Jenis jenis Manusia Purba di Indonesia

Updated at : February 06, 2015
Jenis jenis Manusia Purba di Indonesia - Manusia purba atau manusia prasejarah adalah manusia yang hidup sebelum dikenalnya tulisan. Berbeda dengan cara hidup manusia moderen, cara hidup manusia purba masih sangat sederhana dan sangat bergantung pada kondisi alam sekitarnya.

Di indonesia sendiri ada beberapa jenis manusia purba yang di kelompokkan berdasarkan hasil temuan fosi
l-fosil dan artefaknya yang ditemukan di berbagai wilayah di indonesia.

A. MEGANTHROPUS PALAEOJAVANICUS

Meganthropus Palaeojavanicus sering disebut sebagai manusia raksasa dar pulau jawa karena mempunyai tubuh yang besar dan berbadan tegap. Temuan fosilnya hanya berupa bagian dari rahang bawah dan beberapa bagian tengkorak kepala. gigi geraham yang tersisa dari mahkluk ini menunjukkan ia hanya makan tumbuh-tumbuhan. Mempunyai volume otak yang relatif kecil sehingga di perkirakan kemampuannya dalam membuat perkakas atau alat sangat terbatas. Jenis ini diperkirakan sebagai manusia tertua di indonesia.

Ditemukan oleh peneliti belanda yang bernaman Ralph von Koenzgswald di daerah Sangiran, provinsi Jawa tengah antara tahun 1936-1941. Fosil yang ditemukan di perkirakan mempunyai usia satu sampai dua juta tahun. Diperkirakan hidup di kala pleistosen bawah.

Jenis jenis Manusia Purba di Indonesia
Meganthropus Palaeojavanicus mempunyai ciri-ciri
  • mempunyai badan yang tegap dan tubuh yang besar.
  • adanya tonjolan tajam di belakang kepalanya.
  • mempunayi tulang pipi tebal.
  • adanya tonjolan kening yang mencolok.
  • tidak mempunyai dagu.
  • mempunyai otot kunyah, gigi dan rahang yang besar serta kuat.
  • hanya memakan jenis tumbuh-tumbuhan.
  • mempunyai volume otak yang kecil.
  • ukuran gerahamnya lebih besar dari semua jenis manusia purba lain.

B. PITHECANTHROPUS

Fosil jenis ini menrupakan yang paling banyak ditemukan diwilayah indonesia, Yang paling terkenal adalah Pithecanthropus erectus yang ditemukan oleh Eugene Dubois di desa trinil kabupaten ngawi provinsi jawa timur di tahun 1891. Nama Pithecanthropus erectus berasal dari kata phitecos yang mempunyai arti kera, anthropus yang berarti manusia dan kata erectus yang berarti berjalan tegak. jadi jikk digabungkan berarti manusia kera yang berjalan tegak. Hidup di kala pleistosen tengah.

Berdasarkan umur lapisan tanah tempat fosil ditemukan, diperkirakan umur fosil Pithecanthropus antara 30.000-2 juta tahun. Mempunyai tinggi tubuh antara 160-180 cm, bila dibandingkan dengan pendahulunya ( Meganthropus Palaeojavanicus ) jenis ini mempunyai volume otak yang lebih besar. yaitu 900cc ( Lebih kecil jika di bandingkan volume otak manusia zaman sekarang 1.350 cc ).

Pithecantropus mempunyai ciri-ciri
  • Mempunyai tinggi tubuh antara 160-180 cm
  • Mempunyai badan yang tegap, tetapi tidak setegap Meganthropus Palaeojavanicus
  • Mempunyai tonjolan kening yang tebal yang melintang di sepanjang pelipis
  • Mempunyai otot kunyah tidak sekuat Meganthropus Palaeojavanicus
  • Mempunyai hidung yang lebar dan tidak berdagu.
  • Jenis makanannya bervariasi dari tumbuhan hingga daging hewan
Jenis-Jenis dari Pithecanthropus
1. Pithecanthropus Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto)
Di temukan oleh Von Koenigswald di kota Mojokerto provinsi jawa timur pada  tahun 1936. Fosil berupa tengkorak anak-anak. karena ditemukan di mojokerto maka dinamakan Pithecanthropus Mojokertensis atau manusia kera dari mojokerto.

2. Pithecanthropus Erectus (manusia kera yang berjalan tegak)
Ditemukan oleh Eugene Dubois di desa trinil kabupaten ngawi provinsi jawa timur di tahun 1891 di  lembah sungai Bengawan Solo.Temuan fosilnya hanya berupa bagian dari rahang bawah dan beberapa bagian tengkorak kepala.

3. Pithecanthropus Soloensis (manusia kera dari Solo)
Ditemukan oleh peneliti von Koenigswald dan Openorth di daerah Ngandong dan daerah Sangiran, di tepi Sungai Bengawan Solo, di antara tahun 1931 - 1933.Karena di temukan di solo maka di namakan Pithecanthropus Soloensis atau manusia kera dari Solo.

C. HOMO

Fosil manusia purba jenis ini merupakan fosil yang paling muda jika dilihat dari usianya jika dibandingkan fosil manusia purba jenis lainnya. Homo hidup di kala pleistosen atas.

Homo mempunyai ciri-ciri
  • Mempunyai tinggi tubuh 130 sampai 210 cm.
  • Volume otak lebih besar dari para pendahulunya seperti Meganthropus dan Pithecanthropu
  • Mempunai otot kunyah, gigi, dan rahang yang lebih kecil jika dibandingkan pendahulunya.
  • Mempunyai ciri-ciri dari ras mongoloid dan ras austramelanosoid
Jenis-Jenis Homo
1. Homo Wajakensis
Fosil manusia purba ini pertama kali ditemukan oleh BD van rietcshoten di daerah tulung agung provinsi jawa timur pada tahun 1889. merupakan fosil pertama yang di laporkan di temukan di indonesia. Fosil yang ditemukan berupa tengkorak atas dan beberapa ruas tulang leher. Manusia ini di golongkan sebagai Homo sapiens.

2. Homo Soloensis
Fosilnya ditemukan oleh Ter haar di tahun 1931 di daerah ngandong provinsi jawa tengah. Fosil yang ditemukan berupa tengkorak, tulang rahang dan gigi. Pada waktu pertaman kali di ketemukan fosil ini di golongkan sebagai homo sapiens dan di beri nama homo ( javanthopus ) soloensis oleh WFF Oppennoorth. Manusia solo adalah sebutan bagi homo ( erectus ) soloensis.

3. Homo Floresiensis atau manusia flores
Ditemukan oleh kelompok peneliti di liang bua, liang bua adalah sebuah kapur di ruteng manggarai pulau flores di tahun 2001. Pemberian nama tersebut berasal dari keyakinan bahwa homo floresiensis bukanlah manusia moderen tetapi spesies yang berbeda.

Demikian informasi tentang Jenis jenis Manusia Purba di Indonesia semoga bermanfaat bagi pengunjung semua mungkin ada yang ingin menambahkan silahkan.[]