Sejarah Kerajaan Kediri

Updated at : March 23, 2015
Sejarah Kerajaan Kediri - Kerajaan kediri adalah sebuah kerajaan agraris dengan raja pertamanya yang bernama Sri samarawijaya, yang selanjutnya di gantikan oleh sri jayawarsa dan bameswara. Kerajaan Kadiri atau Kerajaan Kediri atau Kerajaan Panjalu merupakan kerajaan yang berdiri di wilayah propinsi Jawa Timur sekitar tahun 1042 M sampai tahun 1222 M. Dengan ibukota Daha, terletak di sekitar wilayah Kota Kediri saat ini.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri atau yang biasa disebut juga dengan Kerajaan Panjalu adalah sebuah kerajaan agraris yang bercorak Hindu Budha. Kerajaan ini diperkirakan berdiri di tahun 1042 M. Berdirinya kerajaan kediri bermula saat airlangga naik tahta menjadi raja medang kamulang yaitu pada tahun 1019 M, ia di nobatkan menjadi raja oleh para pendeta dan membangun pusat pemerintahan kerajaan di derah kahuripan sidoarjo ( yang kelak dipindahkan ke daha, kediri ).

Saat ia naik tahta wilayah kekuasaan kerajaan medang kamulang tidak seluas saat mertuanya( dharmawangsa ) berkuasa, kemudian seiring melemahnya kerajaan sriwijaya ia berhasil mengembalikan semua wilayah kekuasaan kerajaan medang.

Sebelum mengundurkan diri sebagai raja, airlangga membagi menjadi dua wilayah kerajaannya kepada kedua putranya, pertama kerajaan jenggala diberikan kepada Mapanji Garasakan( ia merupakan anak dari istri kedua airlangga ) yang beribukota di kahuripan dan Kerajaan Panjalu atau Kediri diberikan kepada Sri samawijaya( putra mahkota ) dengan ibukotanya daha. Hal ini di lakukan oleh airlangga untuk menghindari terjadinya pertumpahan darah atau perang saudara perebutan tahta. Airlangga sendiri lalu menjadi seorang pertapa, ia wafat pada tahun 1049 M.
Sejarah Kerajaan Kediri
arca dari zaman kerajaan kediri
Wilayah kekuasaan Kerajaan jenggala meliputi wilayah malang, dan delta dari sungai brantas dengan pelabuhan surabaya, rembang dan pasuruan jawa timur sedangkan wilayah kerajaan kediri terdiri dari kediri dan wilayah madiun saat ini.

Kejayaan Kerajaan Kediri

Masa kejayaan kerajaan ini terjadi saat kerajaan kediri dipimpin oleh Raja Jayabhaya. Jayabhaya adalah raja kediri yang sangat terkenal dengan ramalan-ramalannya, ia juga merupakan seorang sastrawan pada masanya, ramalan-ramalannya dibukukan dalam sebuah buku yang berjudul Jangka Jayabhaya. Pada masa pemerintahannya sekitar tahun 1135 M sampai tahun 1157 M  kediri tidak hanya sebagai kerajaan agraris tetapi juga sebagai kerajaan maritim. Yakni dengan adanya jabatan Senopati Sarwajala yang dapat disamakan dengan jabatan laksamana atau panglima angkatan laut, hal ini menunjukkan kemajuan maritim dari kerajaan ini.

Keruntuhan Kerajaan Kediri

Kerajaan kediri runtuh pada saat dipimpin oleh Kertajaya. Pada masa pemerintahnnya situasi kediri penuh dengan ketidakstabilan, hal ini terjadi karena perselisihannya dengan para brahmana, para brahmana tidak setuju dengan keinginan dari kertajaya agar menyembahnya sebagai seorang dewa. Kemudian bersekutu dengan para brahmana seorang bupati yang berasal dari tumapel( bagian dari kerajaan kediri ) yang bernama Ken Arok. Dengan dalihnya melindungi para kaum brahmana ia melancarkan pemberontakan dan berhasil mengalahkan raja kertajaya di dalam pertempuran Ganter ( Tahun 1222 M ). Tewasnya Raja Kertajaya dalam pertempuran tersebut menjadi tanda berakhirnya kekuasaan kerajaan kediri. Ken Arok sendiri lalu mendirikan kerajaan baru yang bernama Kerajaan Singasari.

Raja-raja Kerajaan Kediri

Berikut ini merupakan nama raja-raja yang pernah memimpin kerajaan kediri.
  1. Sri Samarawijaya, ia adalah putra dari Airlangga, namanya terdapat di dalam prasasti Pamwatan ( 1042 M ).
  2. Sri Jayawarsa.
  3. Sri Bameswara.
  4. Sri Jayabhaya, Pada masa pemerintahnnya kediri mencapai masa kejayaan.
  5. Sri Sarweswara.
  6. Sri Aryeswara.
  7. Sri Gandra.
  8. Sri Kameswara.
  9. Sri Kertajaya.
Baca Juga : Sejarah Kerajaan Mataram Kuno ( Medang )

Demikian informasi tentang Sejarah Kerajaan Kediri yang saya rangkum dari berbagai sumber, semoga dapat memberi manfaat bagi pembaca. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan dan pembahasan di atas mohon saran perbaikannya agar kiranya bisa lebih baik lagi.[]