Sejarah Kerajaan Demak

Updated at : April 03, 2015
Sejarah Kerajaan Demak atau Kesultanan Demak - Kerajaan demak berdiri antara tahun 1500 M sampai tahun 1568 M, Kerajaan ini berlokasi di wilayah demak propinsi jawa tengah. Demak merupakan kesultanan islam pertama dan terbesar di wilayah pantai utara Jawa. Sebelum berubah menjadi sebuah kerajaan pada awalnya demak merupakan sebuah kadipaten bagian dari kerajaan majapahit, yang di pimpin oleh Raden patah sebagai adipatinya. Kerajaan demak merupakan pelopor dalam penyebaran agama islam di pulau jawa.

Berdirinya Kerajaan Demak

Pendiri  kerajaan ini adalah Raden Patah ( Ia memimpin demak dari tahun 1500 M sampai 1518 M ), Ia merupakan putra dari Kertabhumi atau Brawijaya V dari perkawinannya dengan putri champa dari tiongkok. Menurut Babad tanah jawi, pernikahan antara brawijaya V dengan putri champa ditentang oleh kalangan istana. Kerana itu Brawijaya V dengan berat hatinya menghibahkan putri yang tengah berbadan dua kepada arya damar yang merupakan adipati palembang yang masih bagian majapahit. Sang putri champa akhirnya melahirkan putra laki-laki yang kemudian dikenal orang dengan nama Raden Patah.

Raden patah pergi ke pulau jawa secara diam-diam dengan menumpang kapal dagang, ia kemudian mendarat di surabaya dan menjadi murid sunan ampel. Atas perintah sunan ampel ia kemudian pindah ke jawa tengah dan membuka hutan glagah wangi atau hutan bintara kemudian ia mendirikan pesantren. Secara perlahan-lahan banyak orang yang menjadi santri dan belajar di penatrennya sehingga lambat laun demak menjadi ramai dan berkembang pesat.
Sejarah Kerajaan Demak
Masjid Agung Demak
Prabu Brawijaya V akirnya mengakui raden patah sebagai putranya dan mengukuhkannya menjadi adipati demak, Raden patah akhirnya mengganti nama demak menjadi Bintara, sehingga kemudian ada sebutan demak bintara.

Pada saat majapahit melemah akibat pemberontakan dan perebutan kekuasaan dikalangan keluarga kerajaan. Hal ini dimanfaatkan raden patah di bantu para bupati yang melepaskan diri dari majapahit raden patah berniat menyerang majapahit, akan tetapi hal tersebut dilarang oleh sunan ampel karena raja Brawiajaya V merupakan ayah kandungnya ( menurut babad tanah jawi ). Kemungkinan raden patah menyerang majapahit saat dipimpin oleh brawijaya VI meskipun ada juga sumber lain yang menyebutkan pada masa Brawijaya VII. Demak kemudian berdiri menjadi kerajaan islam pertama di pulau jawa dengan Rajanya yang pertama adalah Raden Patah. 

Kejayaan Kerajaan Demak

Pada awal abad ke-16, Kerajaan Demak telah menjadi kerajaan yang kuat di Pulau Jawa, tidak satu pun kerajaan lain di Jawa yang mampu menandingi usaha kerajaan ini dalam memperluas kekuasaannya dengan menundukan beberapa kawasan pelabuhan dan pedalaman di nusantara.

 Di bawah Pimpinan Pati Unus( Pangeran sabrang Lor )

Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan nusantara. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kerajaan maritim yang besar. Pada masa kepemimpinannya, Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka. Kemudian beberapa kali ia mengirimkan armada lautnya untuk menyerang Portugis di Malaka.

Di bawah Pimpinan Sultan Trenggana

Trenggana berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawahnya, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527, 1546). Trenggana meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. Salah seorang panglima perang Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (Sumatera), yang juga menjadi menantu raja Trenggana. Sementara Maulana Hasanuddin putera Sunan Gunung Jati diperintah oleh Trenggana untuk menundukkan Banten Girang. Kemudian hari keturunan Maulana Hasanudin menjadikan Banten sebagai kerajaan mandiri. Sedangkan Sunan Kudus merupakan imam di Masjid Demak juga pemimpin utama dalam penaklukan Majapahit sebelum pindah ke Kudus.

Runtuhnya Kerajaan Demak

Setelah sultan trenggono wafat, terjadi konflik perebutan kekuasaan di antara anggota kerajaan. Penggnti sultan trenggono adalah Pangeran sedo lepen yang adalah saudara dari sultan trenggono, Ia di bunuh oleh anak dari sultan trenggono yaitu Pangeran Prawoto. Perebutan tahta terus berlanjut dan berkembang menjadi perang suadara. Putra dari pangeran sedo lepen yang bernama arya penangsang membunuh pangeran prawoto, dan mengambil alih tampuk kekuasaan.

Kemudian Joko tingkir (hadiwijaya) yang saat itu menjabat adipati pajang dan ki ageng pemanahan dan ki penjawi , arya penangsang berhasil dikalahkan dan di bunuh oleh anak angkat joko tingkir yang bernama sutawijaya. Setelah itu tahta kerajaan demak jatuh ketangan joko tingkir pada tahun 1568 M , Ia kemudian memindahkan ibukota demak ke pajang. dengan ini bisa di bilang jika kesultanan demak telah berakhir.

Demikian informasi tentang Sejarah Kerajaan Demak yang saya rangkum dari berbagai sumber, semoga dapat memberi manfaat bagi para pembaca. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan dan pembahasan di atas mohon saran perbaikannya agar kiranya bisa lebih baik lagi.[]