Kereta kelinci

Updated at : May 21, 2015
Kereta kelinci mainan anak - Sore hari setelah mandi ini pun mulai mengajak bermanja di depan televisi, maklum setelah seharian bermain dengan si kecil. 

Namun si kecil yang sudah bisa jalan sejak enam bulan yang lalu mulai tak betah dirumah, dia menarik tanganku menuju laci lemari agar aku mengambil uang dan mengajaknya keluar rumah untuk jajan, kebetulan tenggorokan ini rasanya dahaga sangat menanti buka puasa yang masih empat puluh lima menit lagi.

Aku buka laci lemari dan kuambil uang enam ribu rupiah, Baru beberapa langkah keluar dari rumah si kecil sudah berteriak-teriak "naik-naik" karena ia melihat ada kereta kelinci dan mendengar sirinenya yang memang kebetulan lewat. dengan cepat si kecil kukejar si kecil dan kugendong untuk naik kereta kelinci.

Tadi aku fikir kereta kelincinya hanya berputar-putar di sekitar rumah saja  ( maklum baru pertama kali naik di daerah surabaya ) tapi ternyata sampai di depan universitas petra masih lanjut ke korem trus muter lewat surabaya night carnival, wah-wah niatnya cuma beli es teh kok malah sampai sini.

Si kecil berteriak-teriak kegirangan melihat jalanan yang ramai lalu lalang mobil dan motor. Rumah masih jauh, eh adzan maghrib sudah berkumandang ( padahal tadi ngebayangin buka puasa nukmat minum segelas es teh manis tetapi denger adzan masih di jalan ). Setelah kira-kira 10 menit sesudah adzan sampailah si kereta kelinci di depan rumah kemudian saya turun beli es teh baru kemudian pulang kerumah, Sampai kerumah baru beberapa nyedot es teh, eh si kecil udah minta es tehnya aduh musti sabar nih ... ( namanya juga anak-anak ).

Kereta kelinci memang sedang ramai di mana-mana entah itu di kota ataupun di desa. Banyak ibu-ibu yang suka naik bersama anak mereka karena selain harga tiketnya yang murah juga jarak tempuh yang cukup jauh, lumayan sekalian cuci mata sambil nyenengin anak. Ini sekedar coretan sore hari dari saya salam.