Apa itu Teori Nebula? Fakta dan Informasi Lainnya

Updated at : October 09, 2015
Teori Nebula atau teori kabut dipaparkan pertama kali oleh Emanual Swedenborg tahun 1772 lalu tahun 1734 disempurnakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1775. Teori yang serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace dengan mandiri di tahun 1796. Teori itu lebih dikenal sebagai teori Nebula Kant Laplace, menyampaikan bahwa di tahap awal, tata surya masih serupa dengan kabut raksasa. Kabut itu dibentuk dari debu, es dan gas yang disebut dengan nebula, unsur gas yang dominan adalah hidrogen. 

Gaya gravitasi yang dipunyainya menjadikan kabut menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut menjadi panas dan akhirnya menjadi bintang raksasa atau matahari. Matahari raksasa akan terus menyusut dan berputar dengan gerakan yang cepat, cincin -cincin gas dan es terlontar di sekitar matahari. Karena gaya gravitasi, gas itu akhirnya menjadi padat dengan menurunnya suhu dan membentuk planet dalam dan planet luar.


Ada 3 tahap teori Nebula


a. Matahari dan planet lainnya masih dalam bentuk gas, kabut pekat dna besar.

b. Kabut berputar dan berpilin menjadi kuat, sehingga pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk menjadi matahari, dalam waktu yang sama maka materi yang lain juga terbentuk menjadi massa yang kecil dari pada matahari lalu disebut sebagai planet, dan bergerak mengelilingi matahari.

c. Materi tersebut semakin besar dan terus melakukan gerakan dengan teratur mengeliling matahari dalam satu orbit yang sama dan akhirnya membentuk susunan keluarga matahari.

Beberapa masalah penting sering dihadapi oleh Teori Nebula, sebagai berikut 

a. Teori itu adaah teori monistik yang secara simultan berkaitan langsung dengan pembagian massa dan momentum sudut.

b. Dalam beberapa mekanisme dan kombinasi mekanisme harus bertujuan untuk dapat mengirim momentum sudut yang cukup dari matahari berkondensasi ke piringan.

c. Harus diberikan petunjuka bahwa planet yang telah dibentuk dalam skala waktu yang sesuai dengan masa hidup piringan yang sudah diamati.

d. Materi piringan yang berlebihan setelah pembentukan planet harus dibuang.

e. Model tersebut hanya memberikan prediksi sistem planar, maka kemiringan sumbu putaran tata surya juga harus bisa diterangkan.


Kelemahan teori Nebula 


a. F.R Moulton menyatakan bahwa teori pembentukan kabut tidak bisa memenuhi syarat bahwa yang mempunyai momentum dengan sudut besar harus planet bukanlah matahari. Teori kabut juga menyebutkan bahwa matahari memiliki massa besar dan momentum sudut besar.

b. Jamer Clerk Maxweell menunjukkan bahwa massa bahan dalam gelang-gelang saja tidak mencukupi untuk menghasilkan tarikan gravitasi sehingga menjadi padat dan berubah menjadi planet.

Beberapa teori terbentuknya tata surya selain teori Nebula, yaitu teori planetesimal, teori bintang kembar, teori pasang surut, teori awan debu

Teori planetesimal dipaparkan pertama kali oleh T.C Chamberlein yang mengatakan bahwa matahari sebelumnya telah ada bintang – bintang yang di langit, lalu waktu bintang bertemu matahari dalam jarak dekat, sehingga tarikan gravitasi bintang yang lewat tertarik ke bintang tersebut. 

Sedangkan teori bintang kembar terjadi ketika dulu matahari merupakan bintang kembar lau kemudian bintang kembaran meledak menjadi kepingan karena adanya pengaruh gaya gravitasi bintang yang tidak meledak. Sehingga kepingan itu akhirnya bergerak mengelilingi bintang dan menjadi planet. 

Dari bermacam-macam teori tersebut teori nebula lah yang banyak diulas karena menjadi teori utama yang berpengaruh dalam pembentukan tata surya di alam semesta, dari banyaknya teori itu maka diharapkan masyarakat dan sang ahli di bidangnya juga mengetahui tentang teori-teori penting ketika membentuk tata surya.






No comments: