4 Fakta Menarik Seputar Planet Saturnus

Updated at : October 06, 2015
Fakta Menarik Seputar Planet Saturnus - Tata Surya, yang telah diamati para ilmuwan selama ratusan tahun, masih menyimpan misteri yang belum bisa dipecahkan. Bahkan planet-planet yang mengelilingi Matahari terus diteliti hingga sekarang, termasuk Planet Saturnus. Planet terbesar kedua ini terkenal dengan sistem cincinnya yang cantik. Namun, di balik keelokannya, planet tersebut juga memiliki sederetan fakta unik hingga menyeramkan yang belum pernah kita tahu.


Planet Saturnus
Photo credit

1. Masa Rotasi Saturnus

Rotasi merupakan perputaran sebuah planet pada porosnya. Proses ini bisa dipengaruhi beberapa faktor, seperti bentuk orbit hingga massa planet. Untuk Planet Saturnus, masa rotasinya sampai sekarang masih diperdebatkan oleh banyak ilmuwan. 

Pada planet lain, ilmuwan dapat mengukur rotasi dengan menandai satu lanskap—seperti kawah—dan mengamati berapa lama planet itu berputar hingga kawah tadi kembali ke posisi semula. Sedangkan permukaan Saturnus selalu berubah, sebab ia adalah planet gas. Ilmuwan kemudian menghitung masa rotasinya dengan medan magnet dan mendapatkan hasil 10 jam 14 menit. Namun, saat satelit Cassini mendekat, berubah menjadi 10 jam 45 menit.

2. Sistem Cincin Raksasa

Pada tahun 2009, NASA menemukan fakta bahwa Planet Saturnus memiliki sistem cincin yang lebih besar dan luas. Letaknya berada 12 juta kilometer dari planet dan 27 derajat dari cincin utama yang selama ini menjadi primadona Saturnus. Cincin raksasa tersebut memiliki tebal 6 juta kilometer dengan diameter 300 juta kilometer atau setara dengan satu juta Bumi

Alasan cincin ini tidak tampak kontras seperti cincin utama disebabkan oleh komponen penyusunnya, yaitu es dan debu. Kedua komponen ini tidak dapat memantulkan cahaya Matahari yang minim diterima Planet Saturnus. Namun, ilmuwan mengatakan jika cincin tersebut memiliki suhu sebesar 316 derajat Fahrenheit karena dapat memancarkan radiasi panas. Baca juga Ini Dia 8 Fakta Menarik dari Planet Mars, Si Planet Merah.

3. Badai Ganas Saturnus

Ternyata, Planet Saturnus memiliki badai besar seperti Bintik Merah atau Red Giant Spot yang dimiliki oleh Jupiter. Fenomena tersebut muncul setiap 30 tahun sekali atau satu masa revolusi di Saturnus. Pada tanggal 24 Desember 2012, satelit Cassini berhasil mengabadikan badai yang mengamuk di permukaan planet tersebut. 

Menurut ilmuwan, partikel awan yang menghiasi bagian atas badai itu terdiri es, air, amonia es, dan amonium hidrosulfida. Badai ganas ini merupakan yang keenam dalam kurun waktu 140 tahun terakhir. Atmosfer Saturnus yang didominasi helium dan hidrogen membuat planet ini jarang mengalami badai besar. Namun, jika terjadi di Bumi, badai ini akan menyebabkan kehancuran masif, sebab amukannya dapat berlangsung selama berbulan-bulan.

4. Oksigen dan Laut Bawah di Bulan Saturnus

Planet Saturnus memegang rekor kedua sebagai planet dengan bulan terbanyak di Tata Surya, berada di bawah Yupiter dengan 67 bulan. Jumlah tersebut masih bersifat sementara, karena ilmuwan terus meneliti keberadaan benda-benda asing di sekitar Saturnus. Titan, sebagai bulan terbesar di Tata Surya dan Saturnus, ternyata memiliki  laut bawah yang terselimuti lapisan es. 

Bahkan para peneliti di Royal Observatory of Belgium menyatakan jika atmosfer Titan hampir menyerupai atmosfer di masa awal Bumi. Sedangkan bulan Saturnus lainnya, Dione, memiliki kandungan oksigen yang berhasil ditemukan oleh Cassini. Sayangnya, permukaan Dione yang dingin dan tandus belum bisa memenuhi ekspektasi ilmuwan untuk menciptakan hunian masa depan bagi manusia. Baca juga Fakta Menarik Tentang Planet Uranus.

Itulah empat fakta unik dari Planet Saturnus. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan menarik seputar Tata Surya!






No comments: