Jenis dan Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Updated at : October 07, 2015
Proses Terjadinya Gerhana Bulan - Gerhana bulan terjadi saat penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi baik itu secara keseluruhan ataupun sebagian, sehingga sinar matahari menuju bulan menjadi terhalang oleh bumi. Gerhana bulan terjadi ketika posisi bumi berada di antara posisi bulan dan matahari pada satu garis lurus yang sama. Ketika gerhana bulan terjadi, terbentuklah umbra dan penumbra. Umbra adalah bagian gelap total, sedangkan penumbra bagian yang agak terang.

Jenis Gerhana Bulan


Sama seperti gerhana matahari, gerhana bulan juga ada beberapa jenis. Berikut ini beberapa jenis gerhana bulan beserta penjelasannya:

Gerhana bulan
Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total terjadi ketika bulan berada tepat pada daerah umbra. Umbra adalah bagian yang gelap dan berbentuk kerucut.

Gerhana Bulan Sebagian

Gerhana bulan sebagian terjadi ketika bulan tidak sepenuhnya tertutup oleh bayangan bumi dari sinar matahari. Sebagian permukaan bulan yang tidak tertutup oleh bayangan bumi berada di daerah penumbra. Penumbra adalah bagian yang agak terang dan berbentuk lebar.

Gerhana Bulan Penumbra

Gerhana bulan penumbra terjadi ketika bagian bulan secara keseluruhan berada di bagian penumbra. Pada gerhana bulan jenis ini bulan masih bisa terlihat meskipun agak redup dan suram.

Apa Itu Gerhana Bulan Merah Darah ?


Gerhana bulan total biasanya juga disebut dengan gerhana merah darah. Warnanya yang merah pekat membuat gerhana bulan ini disebut dengan “merah darah”. Lalu apa penyebab bulan berwarna merah darah ?

Menurut seorang peneliti di Observatorium Bosscha Bandung, gerhana bulan “merah darah” terjadi karena cahaya matahari dibelokkan/dibiaskan oleh atmosfer bumi, sehingga bulan terlihat berwarna merah menyerupai darah.

Pergerakan bulan yaitu dari arah barat ke timur, atau pada belahan bumi utara bergerak dari kanan ke kiri. Pada daerah umbra, bulan jarang sekali dalam keadaan benar-benar gelap karena cahaya matahari masih bisa dibiaskan oleh atmosfer bumi. Ketika gerhana bulan terjadi cahaya matahari menuju bulan mengalami pembiasan sehingga bulan berwarna merah darah. Karena itulah mengapa banyak yang menyebut gerhana bulan total dengan sebutan “Blood Moon”.

Baru-baru ini gerhana bulan bulan total atau gerhana “merah darah” terjadi pada 4 April 2015 Waktu kejadian gerhana bulan total pada 4 April dimulai pada pukul 15.59 WIB, yang kemudian menuju fase selanjutnya, yaitu gerhana bulan sebagian pada pukul 17.15 WIB. Gerhana bulan total dimulai pada pukul 18.54 WIB, kemudian puncak gerhana terjadi pada pukul 19.00 WIB dan berakhir pada pukul 19.06 WIB. Fase selanjutnya adalah memasuki gerhana bulan sebagian yang berakhir pada pukul 20.45 WIB, dan pada akhirnya gerhana bulan berakhir pada pukul 22.00 WIB.

Terjadinya gerhana bulan dapat diprekdiksi sebelumnya karena hanya terjadi pada saat fase purnama. Gerhana bulan total yang terjadi pada 4 April 2015 lalu dapat disaksikan di beberapa belahan bumi, seperti di wilayah Amerika, Australia, Samudera Pasifik, sebagian kecil Afrika Timur, dan di Asia kecuali Asia bagian barat.

Di Indonesia sendiri, gerhana bulan ini dapat disaksikan di daerah Papua bagian timur, karena di wilayah tersebut bulan sudah terbit pada saat fase gerhana bulan terjadi. Sedangkan pada wilayah Indonesia lainnya seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa, Bali dan Sumatera dapat menyaksikan fenomena alam ini pada saat gerhana bulan memasuki fase gerhana sebagian saat bulan terbit. Pada waktu berikutnya masyarakat bisa menyaksikan fase terjadinya gerhana bulan selanjutnya sampai fase gerhana bulan berakhir.





No comments: