Jenis dan Proses terjadinya Gerhana Matahari

Updated at : October 07, 2015
Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan berada tepat di antara posisi matahari dan bumi. Posisi bulan yang berada tepat di antara matahari dan bumi tersebut membuat sebagian atau seluruh cahaya matahari tertutup oleh bulan, inilah yang disebut sebagai gerhana matahari .

Meskipun ukuran bulan lebih kecil dari matahari, bayangan bulan mampu menutupi cahaya matahari sepenuhnya karena jarak bulan ke bumi lebih dekat dibanding dengan jarak matahari ke bumi. Bulan berjarak 384.400 kilometer ke bumi, sedangkan matahari berjarak 149.680.000 kilometer.

Ada dua bagian bayang-bayang bulan, yaitu umbra dan penumbra. Bagian yang gelap dan berbentuk kerucut dan mengarah ke bumi disebut dengan umbra. Sedangkan bagian yang agak terang yang berbentuk lebar dan makin jauh dari bulan disebut dengan penumbra.
Proses terjadinya Gerhana Matahari
Credit

Jenis Gerhana Matahari


Ada beberapa jenis gerhana matahari , yaitu gerhana total, gerhana sebagian, gerhana cincin dan gerhana hibrida. Berikut ini penjelasan dari ke-4 jenis gerhana matahari tersebut.

Gerhana Matahari Total

Sebuah gerhana matahari dapat dikatakan gerhana total ketika piringan matahari tertutup sepenuhnya oleh piringan bulan. Gerhana total terjadi pada saat puncak terjadinya gerhana. Pada saat itu piringan bulan berukuran lebih besar atau sama besar dengan piringan matahari, sehingga matahari tertutup sepenuhnya oleh bulan. Ukuran piringan matahari dan bulan bisa berubah-ubah, tergantung pada jarak bulan ke bumi maupun jarak matahari ke bumi. Baca juga Macam Macam Rasi Bintang di Jagad Raya.

Gerhana Matahari Sebagian

Sebuah gerhana matahari sebagian terjadi ketika piringan bulan (pada saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan matahari. Pada saat gerhana sebagian terjadi, ada bagian dari piringan matahari yang tidak tertutup oleh piringan bulan.

Gerhana Matahari Cincin

Gerhana matahari cincin terjadi ketika piringan bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup atau menghalangi sebagian dari piringan matahari. Disebut gerhana cincin karena pada saat itu ukuran piringan bulan lebih kecil daripada piringan matahari, sehingga tidak seluruh piringan matahari tertutup oleh piringan bulan. Bagian matahari yang tidak tertutup oleh piringan bulan akan membuat sekeliling piringan bulan bercahaya dan terlihat seperti cincin.

Gerhana Matahari Hibrida

Gerhana matahari hibrida terjadi pada saat gerhana matahari total bergeser ke gerhana cincin. Pada titik tertentu di bumi gerhana ini terlihat sebagai gerhana matahari total sedangkan di titik lain terlihat sebagai gerhana matahari cincin. Gerhana matahari hibrida jarang sekali terjadi.

Apa Dampak Melihat Gerhana Matahari Secara Langsung ?

Jika melihat gerhana matahari secara langsung ke bagian cincin terang matahari atau yang disebut dengan fotosfer, dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada mata meskipun hanya melihat dalam beberapa detik saja. Kerusakan tersebut terjadi pada retina karena terdapat radiasi tinggi yang dipancarkan dari fotosfer yang tidak terlihat. Baca juga Fakta Mencengangkan Seputar Planet Neptunus.

Mengamati gerhana matahari secara langsung dapat mengakibatkan kebutaan. Maka dalam mengamati gerhana matahari harus menggunakan pelindung mata khusus atau bisa juga dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Bagaimana dengan menggunakan sunglasses? Menggunakan sunglasses tidak aman digunakan ketika melihat gerhana matahari karena sunglasses dapat menyaring radiasi inframerah yang dapat mengakibatkan kerusakan pada retina mata.

Gerhana matahari tidak mungkin terjadi lebih dari 7 menit dan 58 detik. Itu karena peredaran bumi mengitari matahari terjadi begitu cepat sehingga tidak memungkinkan gerhana matahari terjadi selama lebih dari 7 menit dan 58 detik. Jika tidak ingin terlewat melihat gerhana matahari, maka lakukanlah sesegera mungkin dengan menggunakan pelindung mata khusus yang aman.

Sekian uraian tentang Jenis dan Proses terjadinya Gerhana Matahari, semoga bermanfaat.





No comments: