Fungsi Resistor dan Jenis-jenisnya

Updated at : November 09, 2015
Istilah resistor erat kaitannya dengan listrik. Fungsi resistor sendiri juga tidak jauh dari listrik. Sehingga bagi orang-orang yang dekat atau terbiasa menangani listrik, resistor bukanlah hal yang asing. Bahkan keberadaan resistor sangat penting setiap kali mereka harus memperbaiki atau mengadakan rangkaian listrik. Meski keberadaan resistor sangat penting, namun tidak banyak yang mengetahui fungsi resistor. Sehingga banyak dari mereka meremehkan keberadaan resistor dibandingkan memelihara resistor itu sendiri.

Pengertian resistor

Pada dasarnya resistor adalah sebuah komponen elektronik yang didesain memiliki dua buah pin. Sebagai sebuah komponen elektronik, fungsi resistor adalah untuk mengatur tegangan sekaligus arus listrik. Fungsi resistor ini menyebabkan resistor memiliki resistensi atau ketahanan tertentu. Nantinya resistensi ini dapat menghasilkan tegangan listrik yang terjadi diantara kedua pin yang membentuk resistor. Tegangan yang dihasilkan ini biasanya berbanding lurus dengan arus yang mengalir sesuai dengan hukum Ohm. Dengan demikian fungsi resitor sebagai pengatur arus dan tegangan listrik dapat dijalankan dengan baik.

Fungsi Resistor dan Jenis-jenisnya

Fungsi resistor

Resistor didesain sedemikian rupa memiliki dua buah pin dengan peran tertentu. Adanya pin ini menjadikan resitor dapat menjalankan fungsinya dengan maksimal. Fungsi resistor sendiri pada dasarnya adalah untuk mengatur jumlah tegangan sekaligus arus listrik yang mengalir dalam sebuah rangkaian listrik. Dengan pengaturan ini, akan membuat arus listrik dapat dialirkan pada tempat yang membutuhkan listrik. Selain sebagai pengatur tegangan dan arus listrik, fungsi resistor lainnya adalah sebagai berikut:


  • Fungsi resistor  yang pertama adalah sebagai sebagai penahan arus listrik sehingga sesuai dengan kebutuhan listrik dalam sebuah rangkaian listrik.
  • Selain penahan arus, fungsi resistor lainnya adalah menurunkan tegangan listrik. Tentunya penurunan tegangan ini disesuaikan dengan kebutuhan tegangan sebuah rangkaian elekronika.
  • Hal yang tidak kalah penting dari fungsi resistor adalah membagi tegangan listrik. Dengan tegangan yang tepat, setiap rangkaian listrik dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
  • Fungsi resistor lainnya adalah mampu membangkitkan frekuensi listrik dari frekuensi rendah dan frekuensi tinggi. Biasanya untuk membangkitkan frekuensi ini seringkali digunakan bantuan transistor dan kondensator.

Jenis-jenis resistor

Selama ini resistor dibedakan menjadi dua jenis yakni resistor tetap dan resistor tidak tetap. Keduanya memiliki fungsi resistor yang berbeda-beda. Baik resistor tetap dan resistor tidak tetap dibedakan menjadi beberapa jenis resistor seperti berikut ini:

Resistor tetap atau fixed resistor

Resistor tetap atau banyak juga dikenal sebagai fixed resistor ini merupakan resitor yang memiliki nilai dengan nilai yang telah dituliskan bersamaan dengan badan resitor. Penulisan nilai resistor ini biasanya menggunakan kode tertentu berupa warna atau angka. Fungsi resistor tetap adalah seringkali digunakan untuk menghambat arus listrik secara permanen.

Pada lampu LED seringkali menggunakan cara kerja resistor ini sehingga dapat menyala. Resistor tetap dibedakan menjadi beberapa jenis seperti resistor kawat, batang karbon, keramik, film karbon dan film metal. Masing-masing resistor ini memiliki fungsi resistor yang berbeda-beda. Resistor keramik, film karbon dan film metal seringkali digunakan sebagai rangkaian elektornika.

Resistor tidak tetap atau variable resistor

Sementara resistor tidak tetap adalah resistor dengan nilai resistansi atau nilai ketahanan yang berubah-ubah. Perubahan nilai ini dapat terjadi secara langsung dengan memutar atau menggeser tuas. Dengan cara ini fungsi resistor dapat berjalan sesuai dengan fungsinya. Karena berubahnya nilai-nilai resitansi yang dimiliki resistor tidak tetap sehingga terdapat beberapa variabel resistor antara lain patensiometer, trimpot, NTC dan PTC serta LDR. Beberapa variabel ini nantinya dapat mengubah nilai resistensi yang juga berpengaruh pada fungsi resistor.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Resistor






No comments: