14 Fakta Tentang Anoa, Hewan Endemik Sulawesi Tenggara

Updated at : February 20, 2016
Anoa merupakan hewan endemik Sulawesi Tenggara. Apabila dilihat dari pola persebarannya, hewan ini termasuk fauna peralihan. Hewan yang dikategorikan sebagai hewan langka ini sudah diambang kepunahan sejak tahun 1960-an.

Bahkan, selama lima tahun terakhir populasinya semakin menurun drastis. Diperkirakan saat ini jumlahnya tidak lebih dari 5.000 ekor di alam bebas.

Memang hewan ini menjadi buruan masyarakat untuk diambil kulit, tanduk, serta dagingnya. Ada dua spesies binatang ini, yaitu anoa dataran rendah dan anoa pegunungan.

Maskot provinsi Sulawesi Tenggara ini hidup di dalam hutan yang masih rimbun dan sulit didekati manusia. Itu sebabnya hewan ini tidak bisa menjadi hewan ternak, karena tidak bisa dijinakkan.
14 Fakta Tentang Anoa, Hewan Endemik Sulawesi Tenggara
Anoa dataran rendah

Jenis Anoa dan Habitatnya

Perbedaan yang tampak dari kedua jenis anoa, terlihat dari ciri fisiknya. Anoa dataran rendah memiliki badan lebih kecil, ekornya juga pendek dan lembut, selain itu tanduknya berbentuk melingkar.

Sedangkan anoa pegunungan cenderung berbadan besar, memiliki ekor panjang, kakinya berwarna putih, dan tanduknya berbentuk segitiga.

Sekilas binatang ini mirip seperti kerbau, dengan berat badan antara 150 sampai 300 kilogram dan tinggi badan 75 sentimeter. Bulu binatang ini berwarna hitam, atau coklat gelap. Banyak orang menyebutnya dengan sebutan kerbau kerdil.

Upaya pemerintah untuk menjaga kelestariannya adalah dengan membuat penangkaran di Taman Marga Satwa. Aturan perburuan juga diperketat, dengan tidak diperbolehkannya memburu jenis satwa ini. Meskipun demikian, peran berbagai pihak dibutuhkan untuk menjaga populasinya di alam bebas.

Fakta tentang Anoa

1. Hewan yang bernama Latin Bubalus ini termasuk dalam spesies lembu liar terkecil. Itu sebabnya hewan ini disebut kerbau kerdil.

2. Anoa dataran rendah hidup hutan tropika, atau di savana. Tapi layaknya kerbau, hewan satu ini juga suka berkubang di rawa-rawa. Hidupnya selalu berpindah-pindah dalam hutan.

3. Hewan ini termasuk hewan semi soliter, yang hidup menyendiri atau bersama pasangannya. Jika terlihat bersama kawanannya dikarenakan betinanya akan melahirkan. Setelah itu, mereka akan memisahkan diri kembali.

4. Untuk mempertahankan diri anoa biasanya akan menceburkan diri ke dalam rawa. Apabila terpaksa melawan musuh, ia akan menggunakan tanduknya.

5. Satwa khas Sulawesi Tenggara ini aktif pada pagi dan sore hari ketika udara masih dingin. Mereka memang menyukai hawa dingin, itu sebabnya sering berendam di rawa atau kubangan lumpur.

6. Anoa adalah hewan herbivora yang memakan segala jenis tanaman yang mengandung air, misalnya rumput, pakis, tunas pohon, buah-buahan, dan umbi-umbian.

7. Khusus anoa dataran rendah biasa meminum air laut untuk memenuhi kebutuhan mineral dalam tubuhnya. Berbeda dengan anoa pegunungan yang sering menjilat garam alam untuk kebutuhan mineralnya.

8. Induk satwa ini hanya melahirkan satu bayi setiap tahunnya, dengan waktu kehamilan selama 276 sampai 315 hari. Bayi yang dilahirkan induknya hanya satu, jarang sekali terjadi hewan ini bisa melahirkan dua atau tiga anak sekaligus.

9. Saat lahir bayi anoa berbulu coklat keemasan atau kekuningan. Seiring bertambah usianya warna bulunya menjadi gelap dan cenderung hitam.

10. Anak anoa akan disapih ketika usia mereka mencapai 6 atau 9 bulan. Pada usia itu pula, hewan ini akan berlatih hidup mandiri.

11. Angka harapan hidup anoa mencapai 20-25 tahun. Pada umur 2 tahun hewan ini sudah bisa kawin dan berkembang biak.

12. Pejantannya sering menandai pohon dengan tanduk. Mereka juga menggaruk tanah setelah kencing. Tidak diketahui secara pasti, apakah perilaku ini untuk menunjukkan teritori mereka atau sekedar perilaku agresi hewan ini.

13. Anoa memiliki tanda putih di kepala dan kaki. Seringkali terlihat tanda putih menyerupai bulan sabit di tenggorokan. Umumnya bulu fauna ini lebih tebal dan berwarna kecoklatan ketika masih muda, semakin tua bulunya akan menipis dan berwarna semakin gelap.

14. Berbeda dengan anoa pegunungan yang memiliki bulu lebih tebal dibandingkan jenis dataran rendah. Bulu-bulunya juga dominan polos dan jarang dijumpai bercak putih. Warnanya juga lebih gelap.
Tentu saja karena udara pegunungan lebih dingin, sehingga pertumbuhan fisiknya menyesuaikan dengan habitat hidupnya.[]

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Anoa





No comments: