Fakta Menarik Tentang Belalang yang Bisa Dimakan Sekaligus Dianggap Sebagai Hama

Updated at : February 27, 2016
Belalang adalah salah satu jenis serangga yang banyak dan mudah kita temui terutama di daerah pedesaan. Belalang biasanya hinggap di persawahan atau tanaman lainnya dan mengeluarkan suara yang khas dan banyak kita jumpai pada musim panas atau kemarau.

Serangga ini termasuk dalam subordo Caelifera yang merupakan hewan herbivora atau hewan pemakan tumbuh-tumbuhan. Belalang kerap dijadikan sebagai makanan burung peliharaan dan juga dikonsumsi manusia.

Fakta Menarik Tentang Belalang

Statusnya sudah ditetapkan sebagai makanan yang halal untuk dikonsumsi(Belalang halal), bahkan bangkainya pun masih boleh untuk dimakan, sama seperti ikan. Ketahui lebih lanjut mengenai kehidupan serangga ini dengan fakta-fakta mengenai belalang berikut ini.

Fakta Menarik Tentang Belalang

1. Di beberapa daerah di Indonesia belalang biasa dibakar atau digoreng untuk dijadikan cemilan. Di negara lain seperti Meksiko, serangga ini juga biasa dikonsumsi  sebagai sumber protein dan juga mineral lainnya.  Biasanya dimakan mentah, direbus, atau digoreng dan dibakar dengan bumbu.

2. Organ pendengaran belalang terdapat pada bagian perutnya. Tepatnya berada di segmen perut yang pertama tepat di bawah sayap. Di sana terdapat membran yang akan bergetar apabila menerima gelombang suara. Alat pendengaran serangga ini disebut dengan tympana.

3. Suara yang dihasilkan oleh masing-masing belalang punya ritme dan intensitas yang berbeda satu sama lain. Suara yang dihasilkan inilah yang menjadi patokan bagi betina maupun pejantan untuk menemukan pasangannya.

4. Dalam bahasa Inggris, belalang disebut dengan grasshopper karena mereka memang lebih sering terlihat loncat sana sini. Padahal serangga ini juga punya sayap yang berfungsi. Serangga ini akan terbang apabila merasa terancam dengan kehadiran predatornya.

5. Satu dua ekor belalang tidak akan menyebabkan kerusakan yang berarti pada hasil perkebunan atau persawahan. Tetapi sejak jaman dulu serangga ini sudah dianggap sebagai hama karena dalam jumlah yang banyak mereka bisa menyebabkan kerugian jutaan rupiah karena gagal panen per tahunnya.

6. Sayap yang terdapat pada belalang tidak hanya digunakan untuk kabur, tetapi juga untuk bermigrasi. Serangga ini akan berkumpul dalam jumlah banyak untuk mencari sumber makanan yang lebih baik. mereka bisa bertahan di udara selama 3 hari tanpa mendarat.

7. Fosil tertua belalang yang pernah ditemukan berusia 300 juta tahun lamanya, lebih tua dibandingkan keberadaan dinosaurus. Serangga-serangga purba ini ditemukan dalam bentuk fosil dan ada juga yang ditemukan dalam amber atau resin yang dikeluarkan oleh pohon kemudian membatu.

8. Terdapat kurang lebih 11.000 spesies belalang yang ditemukan di seluruh dunia. Habitat yang ditinggali umumnya adalah persawahan atau perkebunan, padang rumput, dan juga di area perhutanan. Warna kulitnya pun menyesuaikan dengan habitat sebagai kamuflase menghindari predator.

9. Meskipun kecil, belalang bisa melompat dengan jarak yang cukup jauh. Satu ekor serangga bisa melompat sejauh 1 meter sekali lompat atau setinggi 25 cm ke atas. Jika dibandingkan dengan manusia apabila kita punya kemampuan belalang maka sekali lompat bisa menyeberangi panjang lapangan bola.

10. Sebagai bagian dari pertahanan dirinya, ketika terpojok belalang akan meludahkan cairan berwarna kecoklatan, namun tidak beracun. Cairan ini sering disebut sebagai “tobacco spit” karena dulu umumnya serangga ini banyak ditemukan di tanaman tembakau.

11. Belalang adalah hewan herbivora yang memakan hampir semua jenis daun-daunan. Namun mereka lebih menyukai dedaunan yang punya tekstur lebih lembut. Makanan favorit serangga-serangga ini adalah dandelion yang biasa tumbuh pada musim semi.

12. Belalang punya hewan pemangsa atau predator yang cukup banyak terutama mereka yang punya ukuran lebih besar. Beberapa hewan yang menjadikan belalang sebagai menu makanan mereka adalah burung, kadal, ular, katak, tikus, beberapa jenis kucing, dan hewan mamalia lainnya.

13. Aktif pada siang hari atau disebut dengan diurnal. Belalang suka dengan kehangatan matahari  untuk menaikkan suhu badan mereka. Meski begitu mereka bisa hidup di hampir semua habitat. Hutan hujan, padang rumput, rawa, bahkan di padang pasir yang kering.

14. Masyarakat Jepang suka menangkap belalang di musim panas dan dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Tetapi semakin banyak spesies belalang ini yang terancam punah karena semakin banyaknya perkotaan  dan juga perkembangan teknologi pertanian untuk menangkal hama.





No comments: