Serba-Serbi Bekantan, Monyet Berhidung Besar Yang Harus Anda Tahu

Updated at : February 27, 2016
Bekantan mungkin adalah nama spesies hewan yang masih agak asing di telinga Anda, tapi sebenarnya rupa hewan ini sudah banyak dikenal. Pernahkah Anda bertanya-tanya hewan apa yang dijadikan maskot untuk Dufan di Ancol? Ya, maskot yang digunakan adalah bekantan.

Primata yang memiliki nama latin Nasalis narvatus ini memiliki ciri khas hidung yang besar dan panjang, kadang disebut juga dengan monyet Belanda. Dalam bahasa Inggris, bekantan disebut dengan long-nosed monkey atau Proboscis monkey.

Hewan ini merupakan hewan endemik di Kalimantan yang habitatnya berupa hutan bakau, rawa-rawa, dan juga hutan pantai. Monyet berwajah lucu ini punya banyak fakta menarik yang mesti Anda tahu.

Serba-Serbi Bekantan, Monyet Berhidung Besar Yang Harus Anda Tahu

Berikut adalah beberapa hal yang mesti Anda tahu mengenai si monyet Belanda.

1. Hidungnya yang menjadi ciri khas ternyata hanya dimiliki oleh pejantannya saja. Belum diketahui sebab pasti mengapa hidung penjantan yang membesar tetapi diduga bahwa ini merupakan proses seleksi alam. Bekantan betina diketahui lebih menyukai pejantan dengan hidung yang lebih besar.

2. Ukuran pejantan bisa mencapai tinggi 75 cm sedangkan betina hanya sampai 60 cm. Selain hidung, bekantan punya ukuran perut yang lebih besar dibanding monyet lain. Ukuran perut yang buncit ini karena makanan yang berupa daun dan biji-bijian menghasilkan gas di dalam perut mereka.

3. Anda bisa melihat atau mengira-ngira berapa usia dari seekor bekantan dari panjang hidungnya. Hidung monyet yang masih muda berbentuk normal seperti spesies primata lainnya. Semakin bertambah umur, hidung monyet ini akan semakin panjang dan besar.

4. Seperti primata lainnya, bekantan juga hidup berkelompok. Satu kelompok bisa terdiri dari 10 sampai 32 ekor. Pada umumnya dalam satu kelompok ini hanya terdapat satu pejantan dan yang lainnya adalah monyet betina dan juga anak-anak.

5. Untuk menghindari inbreeding, pejantan bekantan yang sudah menginjak usia remaja (kira-kira 1,5 tahun) akan keluar dari kelompok satu pejantannya. Kemudian ia akan bergabung dengan kelompok all male yang memang terdiri dari pejantan seluruhnya.

6. Dengan sistem satu pejantan dalam satu kelompok artinya pejantan bisa memiliki lebih dari satu pasangan betina. Perilaku yang unik juga menunjukkan pejantan ikut serta dalam merawat anak bekantan yang masih kecil.

7. Biasanya bekantan betina yang akan mengambil inisiatif untuk kawin dengan pejantan dalam kelompok tersebut. Musim kawin biasanya terjadi saat sumber makanan masih banyak. Anak monyet Belanda akan lahir sekitar 160 hari setelah betina dan pejantannya selesai kawin.

8. Meski banyak menghabiskan waktunya di atas pohon, bekantan juga merupakan perenang yang cukup unggul. Bahkan sering terlihat berenang di perairan antar pulau. Pada kakinya terdapat semacam selaput untuk membantu berenang dan terdapat katup pada hidung untuk  menyelam.

9. Meski merupakan hewan yang endemik di Indonesia, namun bekantan diketahui sudah dikenal oleh masyarakat Mesir kuno jaman dahulu. Mereka menganggap primata ini adalah hewan yang unik bahkan dianggap sebagai hewan yang istimewa bagi Dewa kepercayaan Mesir kuno.

10. Saat memberikan panggilan peringatan kepada anggota kelompok lainnya, seekor  bekantan bisa menghasilkan suara yang lumayan keras untuk hewan seukurannya. Para ilmuwan menyimpulkan  bahwa suara yang besar sangat dipengaruhi oleh ukuran hidung yang besar.

11. Bekantan termasuk memiliki masa hidup yang cukup pendek yaitu sampai 13 tahun ketika hidup di alam liar. Namun apabila ditangkap atau hidup dalam penangkaran, mereka bisa hidup sampai 30 tahun lamanya. Seekor monyet betina bisa hidup dalam satu kelompok seumur hidupnya.

12. Sayangnya, saat ini tercatat hanya ada sekitar 1.000 ekor bekantan yang hidup di alam liar atau taman nasional akibat dari semakin sempitnya habitat dan juga perburuan yang dilakukan oleh manusia. Bekantan masuk ke dalam daftar hewan langka yang dilindungi oleh pemerintah Pulau Kalimantan.

13. Sebagai upaya pelestarian dan pencegahan perburuan liar, pemerintah Kalimantan Selatan menjadikan bekantan sebagai hewan maskot untuk provinsi tersebut. Semoga dengan ini masyarakat semakin sadar mengenai terancamnya kelangsungan hidup spesies monyet unik bernama bekantan.





No comments: