19 Langkah Mudah Memulai Beternak Cacing

Updated at : March 07, 2016
Saat ini cacing merupakan hewan yang banyak di budidayakan oleh masyarakat maupun peternak. Selain profit yang didapat, budidaya cacing juga termasuk murah dan mudah. Cacing bisa hidup hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Pasar budidaya cacing paling tinggi digunakan sebagai pakan ternak mulai dari pakan ternak ikan hingga unggas, untuk keperluan obat-obatan dan untuk keperluan kosmetik. Salah satu jenis cacing yang umum di budidayakan adalah jenis Lumbricus rubellus.

Kandungan nutrisi cacing terdiri dari protein dengan komposisi 64-76%, lemak antara 7-10%, energy antara 900-4100 kalori, air, mineral dan asam amino. Dengan komposisi seperti ini, tak heran cacing banyak digunakan dalam kesehatan maupun kecantikan.
19 Langkah Mudah Memulai Beternak Cacing
Lumbricus rubellus

Cara Beternak cacing

1. Menyiapkan Rumah cacing . Rumah cacing dapat dipersiapkan dengan berbagai macam cara. Yang pertama dengan membuat kolam seperti kolam ikan ataupun dengan rak kayu, ataupun dengan memanfaatkan ember, maupun drum ikan.

2. Dalam bedengan atau jading, dapat memuat cacing hingga 5 kg cacing untuk diternak. Pada rak kayu, dapat memuat hingga 3kg cacing.

3. Dengan rak kayu, dapat memaksimalkan lahan yang sempit atau ruang tak terpakai di rumah untuk beternak cacing. Drum ikan yang dibelah dan diisi media cacing dan dicampur dengan air alternative lain yang bisa dipadu dengan beternak ikan.

4. Meyiapkan media budidaya cacing. Media budidaya cacing beragam.  Yang harus diperhatikan  adalah media hidup cacing harus lunak, gembur serta organik.

5. Media budidaya cacing bisa menggunakan log jamur atau limbah budidaya jamur. Log jamur menjadi pilihan utama karena memiliki kandungan protein lebih tinggi sehingga meningkatkan pertumbuhan cacing lebih signifikan dibanding media lain.

6. Media yang kedua adalah  tanah yang mengandung banyak unsur hara. Unsur hara biasanya terdapat dalam tanah humus.

7. Media lain yang bisa digunakan antara lain limah hasil gergajian kayu yang dicampur dengan air, maupun cacahan batang pisang yang dicampur dengan tanah.

8. Mempersiapkan makanan bagi cacing Ada beberapa jenis makanan bagi berternak cacing. Yang pertama adalah limbah organik sisa rumah tangga seperti sisa makanan. Yang kedua adalah limbah home industry seperti sisa kulit buah.

9. Yang ketiga adalah limbah peternakan seperti kotoran ayam, sapi maupun kambing.  Pakan ini harus diberi air terlebih dahulu agar tidak panas dan bisa juga diberikan prebiotik agar tidak berbau.

10. Limbah dari lingkungan seperti guguran daun juga bisa digunakan sebagai pakan dan dapat digunakan dengan membuat menjadi kompos terlebih dahulu.

11. Pemberian makanan pada cacing bisa dilakukan dengan memberikan langsung pada cacing, atau melalui proses pembusukan lebih dahulu, atau juga bisa difermentasi lebih dahulu. Pembusukan adalah cara paling alami serta paling mudah.

12. Proses fermentasi atau juga disebut dengan “tetes tebu” adalah dengan meningkatkan jumlah bakteri dalam makanan. Proses fermentasi memerlukan waktu antara 1-7 hari sebelum makanan siap untuk disiapkan bagi cacing.

13. Pengadaan indukan cacing bisa dengan membeli langsung dari peternak cacing atau dengan mencari sendiri di alam. Membeli di peternak cacing lebih bagus karena cacing yang diternakan memiliki kemampuan kembang biak yang sudah bagus serta mudah adaptasi dengan lingkungan baru.

14. Perawatan peternakan Cacing. Perawatan cacing dilakukan dengan menjaga cacing dari berbagai macam hama seperti rayap, tokek, tikus, kutu tanah dan sebagainya. Pemberian makanan paling baik setiap hari atau minimal tiga hari sekali.

15. Langkah pembasmian hama ternak cacing meliputi; menjaga kebersihan lingkungan,  mengantisiasi hama semut dengan menyemprot baygon, cairan pasta gigi, maupun dengan kapur semut.

16. Untuk mengantisipasi predator seperti tikus atau kadal, maka jedingan sebaiknya ditutup dengan kasa atau jarring. Untuk antisipasi hama kutu tanah, media ternak cacing tanah sebaiknya difermentasi.

17. Pemanenan cacing dilakukan setelah 4 bulan pertama setelah bibit dimasukan. Pemanenan dilakukan dengan hanya mengambil 25% dari jumlah keseluruhan cacing yang di budidaya. Ukuran cacing yang akan dipanen bebas.

18. Media bekas panen cacing bisa dikembalikan ke jedingan atau dikemas untuk langsung dijual.

19. Untuk dapat memaksimalkan lahan, budidaya cacing terpadu dengan memanfaatkan pertanian, perikanan dan perternakan secara berkesinambungan dapat diaplikasikan.[]






No comments: