30 Fakta Unik dari Burung Gelatik Si Burung Pengicau

Updated at : March 14, 2016
Burung gelatik si burung pengicau yang masuk famili Estrildidae ini biasanya hidup berkelompok, menyukai alam terbuka seperti hutan, padang rumput, dan sawah.

Makanan utaman dari burung  genus padda ini adalah padi, biji-bijian, buah dan serangga.

Burung gelatik memiliki suara cicitan yang berulang-ulang seperti cip-cip-cip.

Berikut ini adalah fakta-fakta unik mengenai gelatik si burung pengicau.

Burung Gelatik Jawa

1.     Burung gelatik endemik Indonesia adalah gelatik jawa dan gelatik timor.

2.     Kebanyakan burung gelatik jawa hidup di Pulau Jawa dan Bali, sementara gelatik timor hidup di Nusa Tenggara.

3.     Gelatik jawa memiliki ukuran 16 cm ini dengan ciri paruh berwarna merah dengan bercak putih.

4.     Gelatik timor memiliki ukuran15,5 cm dengan ciri paruh berwarna abu-abu.

5.     Gelatik batu memiliki ukuran 13 cm dengan ciri paruh berwarna kehitaman.

6.     Gelatik silver merupakan salah satu  hasil mutasi terhadap gelatik jawa di luar negeri.

7.     Gelatik silver memiliki ukuran 12 hingga 15 cm, dan  keindahan pada jenis baru ini terdapat pada bagian bulunya yang sangat indah yaitu berwarna silver.

8.     Ketika berebut sarang burung gelatik jawa akan menggoyangkan badan yang terbilang rumit.

9.     Suara kicauan gelatik jawa jantan cenderung lantang dan enak di dengar bahkan ketika masa kawin tiba biasanya suara kicauan pejantan  akan semakin keras.

10.  Selain kicauan yang digunakan oleh gelatik jawa jantan untuk menarik pasangan, ternyata pejantan juga memiliki sejenis tarian untuk menarik betina yang relatif pasif.

11.  Burung gelatik betina bisa menetaskan telur berwarna putih mulai dari lima hingga tujuh buah.

12.  Telur burung gelatik biasanya dierami secara bergantian oleh kedua orang tuanya.

13.  Lamanya masa pengeraman sekitar dua minggu.

14.  Ketika malam hari, burung gelatik betina akan terus mengeram, sedangkan yang jantan akan menjaga di luar sarang.

15.  Burung gelatik jawa ternyata memiliki lima lokasi favorit untuk disinggahi  yang ada di Indonesia, yaitu sebuah hotel di Kota Malang, sebuah hotel di Kota  Yogyakarta, Gua Jothak di Gunung Kidul serta pepohonan di kompleks Candi Prambanan dan Kepurun.

16.  Jumlah gelatik si burung pengicau semakin berkurang karena perburuan liar untuk memenuhi permintaan pasar di seluruh dunia terhadap penjualan burung hias jenis ini.

17.  Gelatik di Belanda disebut sebagai picolet.

18.  Di Belanda ternyata ada kompetisi tahunan untuk mengadu suara  burung gelatik yang diadakan di kota Den Haag, Amsterdam, dan Rotterdam.

19.  Kompetisi tahunan di Belanda ini kebanyakan diikuti oleh para pria yang merupakan pendatang asal Suriname.

20.  Burung gelantik yang menjadi peserta kompetisi di Belanda ini hanyalah gelatik si burung pengicau yang jantan saja.

21.  Hadiah dari kompetisi adu suara burung gelatik ini adalah  piala bergilir, karangan bunga serta tiket pesawat pulang pergi ke ibukota Suriname di Paramaribo.

22.  Sebuah kafe di Jepang, Torimi Cafe, membuat es krim yang terinspirasi dari burung gelatik jawa.

23.  Torimi Cafe memiliki sangkar kaca yang diletakan di tengah-tengah kafe yang berisi 36 burung, dan salah satunya adalah gelatik si burung pengicau.

24.  Es krim yang terinspirasi dari burung gelatik jawa ini terbuat dari es krim rasa vanila, serta campuran padi-padian yang renyah.

25.  Rasa dari es krim yang terinspirasi dari burung gelatik jawa ini kenyal dan lembut mirip ketika sedang menikmati marshmallow.

26.  Burung gelatik berekor polos yang hidup di pantai barat Amerika Selatan tepatnya di Andes memiliki kemampuan untuk bernyanyi duet.

27.  Burung gelatik betina berekor polos selalu memimpin ketika bernyanyi duet dengan menyanyikan melodi dasar, sementara yang jantan akan melengkapi dengan melodi yang lebih variatif.

28.  Burung gelatik betina berekor polos memanfaatkan nyanyian untuk memilih pasangan yang tepat untuk kawin.

29.  Ketika sedang sendirian burung gelatik betina berekor polos akan bernyanyi dengan suara keras.

30.  Ketika sedang berduet burung gelatik jantan berekor polos ternyata lebih banyak membuat kesalahan bahkan lebih malu-malu ketika sedang berlatih dengan lawan jenis gelatik si burung pengicau. [kompas/viva/wikipedia]






No comments: