Jenis Burung Hantu Yang Umum Dipelihara Di Indonesia

Updated at : March 06, 2016
Burung hantu merupakan kelompok burung yang termasuk dalam ordo strigiformes. Burung ini termasuk dalam golongan burung karnivora dan hewan malam. Terdapat sekitar 222 spesies burung hantu yang tersebar di seluruh dunia kecuali antartika, Greenland dan pulau terpencil.

Leher burung ini begitu lentur. Saking lenturnya burung ini dapat memutar wajahnya hingga 180 derajat ke belakang. Rentang sayap burung hantu dapat mencapai sekitar 3 kali panjang tubuhnya.
Sarang burung hantu terbuat di lubang pohon atau antara pelepah daun dari pohon bangsa palem.

Beberapa jenis burung hantu juga kerap menggunakan beberapa ruang bangunan seperti bawah atap maupun lubang kosong.

Burung hantu dapat bertelur hingga 4 butir, kebanyakan telur burung hantu berwarna putih atau berbercak putih.

Burung Hantu

Dikarenakan sifatnya sebagai predator alami, maka burung hantu banyak digunakan sebagai pembasmi tikus di sector pertanian. Di pati, pada tahun 2012 bahkan dicanangkan program penangkaran burung hantu yang digunakan untuk membantu petani mengusir tikus.

Jenis Burung hantu di Indonesia berdasarkan tingkat kesulitan Memeliharanya

1. Bagi pemula, jenis burung hantu yang mudah dipelihara adalah jenis Javan Scoop Owl atau dipanggil Celepuk. Hal yang paling penting dalam pemeliharan burung hantu jenis celepuk adalah jangan sampai telat dalam pemberian makanan dan minum.

2. Jenis burung celepuk antara lain; celepuk merah, celepuk gunung, dan celepuk rajah. Celepuk merah berukuran kecil hanya sekitar 15-18 cm. celepuk gunung hanya ada di Indonesia serta langka diketemukan.

3. Indian Scops Owl merupakan jenis clepuk yang merupakan jenis clepuk terbesar dari species scops owl. Burung ini memiliki tingkat kamuflase yang tinggi sehingga sulit ditemukan di siang hari.

4. Clepuk Rajah hanya berukuran sekitar 23 cm dan sulit ditemukan karena hanya terdapat di pegunungungan Jatim, Sumatera, Kalimantan.

5. Untuk pemeliharaan burung hantu tingkat medium, dapat memelihara burung hantu dari jenis Brown Hawk Owl dan Barn Owl atau Tyto Alba.

6. Burung Brown Hawk Owl memiliki tinggi sekitar 32 cm. Burung ini juga kerap disebut sebagai burung Punggok Coklat yang banyak tersebar di hutan dan daerah dengan banyak pepohonan.

7. Memelihara burung barn owl cenderung lebih susah daripada burung celepuk. Burung ini mudah sekali terkena stress sehingga tidak dianjurkan bagi para pemula.

8. Untuk memelihara barn owl, saat membeli, saat membeli pilih anakan yang masih berbulu kapas dan sehat. Cirri burung yang sehat antara lain tidak terlihat lesu, aktif, mata jernih dengan kelopak mata yang tidak tertutup dan tidak ada bekas luka fisik.

9. Biarkan barn owl sendiri dalam ruangan tertutup agar burung ini dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Beri pakan daging sapi potongan kecil yang masih segar atau lebih bagus lagi yang masih berdarah.

10. Setelah masa adaptasi selesai bisa dipindahkan ke dalam tangkringan burung hantu yang sudah dipersiapkan. Tangkringan bisa dibuat dari pipa PVC, kaleng maupun pipa PVC letter T.

11. Pemberian pakan diberikan dengan intensitas 2 atau 3 kali sehari.

12. Bagi yang sudah mahir memelihara burung hantu dengan pemeliharaan tingkat mahir menjadi pilihan. Untuk memelihara burung ini, harus sangat hati-hati karena tingkat stress burung yang tinggi, kesehatan burung yang harus selalu dijaga, serta penanganan yang tidak sembarangan.

13. Burung untuk tingkat mahir antara lain burung jenis Buffy Fish Owl, jenis Spotted Wood Owl, dan barred Eagle owl. Burung hantu jenis Barred Eagle Owl atau beluk Jampuk tersebar di hutan tropis dan subtropics.

14. Buffy Fish owl dikenal juga dengan sebutan Bubo ketupo . burung hantu jenis Sputted Wood Owl dikenal juga dengan sebutan seloputo di Indonesia.

15. Spooted Wood Owl termasuk dalam jenis burung hantu berukuran besar yang dapat mencapai tinggi sekitar 47 cm dan memiliki 3 sub spesies seloputo, yaitu strix seloputo, strix seloputo baweana, serta strix seloputo wiepkini.

16. Untuk pemeliharaan burung hantu tingkat mahir, makanan harus diberikan tepat waktu, lingkungan yang harus tenang, serta suhu ruangan yang harus selalu terjaga. Burung hantu jenis di atas sangat rentan terhadap stress.[]





No comments: