Apa Itu Kecebong? Mengenal Lebih Dekat Kecebong

Updated at : April 02, 2016
Kecebong adalah nama lain dari hewan yang dikenal sebagai berudu. Berudu adalah tahapan kehidupan yang akan dialami oleh para amfibia. Amfibia adalah hewan yang bertulang belakang dan mampu hidup di dua alam, yaitu di darat dan juga air.

Kecebong ini memiliki bentuk seperti ikan kecil yang memiliki ekor. Pada saat telurnya menetas, kecebong ini tidak memiliki paru – paru. Sebagai gantinya paru – paru, ada insang yang membantu pernafasan yang dilakukan oleh kecebong.

Insang yang ada pada kecebong ini memiliki area permukaan yang besar. Dengan menggunakan insang ini, maka kecebong bisa mendapatkan oksigen lebih. Kecebong atau berudu muda mempunyai insang yang terbuka. Ketika beranjak tua, insang mereka akan tertutup oleh kulit.
Apa Itu Kecebong? Mengenal Lebih Dekat Kecebong
Berudu Katak, Wikipedia

Pada saat mulai menetas, kecebong akan makan terus menerus. Bahkan mereka memakan apa saja yang tersisa dari telur mereka. Itulah yang akan menjadi makanan pertama mereka. Kecebong katak dan kodok memakan tumbuhan seperti alga dan gulma.

Ketika sudah mulai besar, berudu ini akan memakan dan memangsa hewan – hewan kecil di dalam air sekitar mereka. Kecebong kodok bertanduk Suriname dan salamander termasuk jenis hewan karnivora. Bahkan mereka bisa memakan kecebong lain apabila tidak menemukan makanan untuk dimakan.

Kecebong dari kodok dan juga kodok ini pada awalnya akan menumbuhkan kaki belakangnya terlebih dahulu. Dalam beberapa minggu ke depan, kaki depan mereka akan mulai tumbuh. Hewan ini juga akan mulai menumbuhkan tulang belakang setelah berhasil menumbuhkan angggota gerak bagian depannya.

Ketika mulai tumbuh dewasa, mulut mereka akan jadi membesar. Mata mereka pun akan jadi lebih menonjol. Ketika tangannya mulai tumbuh, maka ekor berudu ini akan memendek sampai akhirnya ekor yang dimilikinya akan menghilang.

Karena kecebong ini adalah tahapan dari hewan amfibia, maka tempat hidupnya ini juga di tempat yang basah atau berair,  seperti habitat katak berekor yang akan berkembang biak.

Ciri – ciri amfibi antara lain :

  1. Merupakan satu – satunya hewan yang mengalami metamorfosis lengkap.
  2. Telur hewan ini biasanya akan diletakkan di dalam air atau diletakkan pada lingkungan yang lembab. Kemudian telur – telur ini akan di buahi secara eksternal.
  3. Hewan amfibi memiliki kulit yang halus, tipis, berbulu, memiliki pori dan kulitnya memiliki kandungan kelenjar racun.
  4. Hewan amfibi termasuk hewan yang berdarah dingin. Hewan ini tidak memiliki kemampuan untuk mengatur suhu tubuhnya secara internal seperti hewan berdarah panas. Hewan ini mengatur suhu tubuh dari luar tubuhnya.
  5. Hewan ini memiliki bentuk jantung yeng terdiri dari 3 ruang, 1 ventrikel dan 2 atrium.
  6. Respirasi atau sistem pernafasan hewan ini dapat secara terpisah dengan berupa kombinasi paru – paru, kulit dan juga insang.
  7. Hewan jenis ini memiliki peredaran darah yang tertutup.
  8. Kaki pada hewan jenis ini memiliki selaput.
  9. Anggota badan hewan ini memiliki ukuran yang bervariasi. Yaitu dengan bentuk anggota bagian depan tubuh yang lebih kecil dibanding anggota bagian belakangnya.

Kecebong ini adalah salah satu bentuk metamorfosis amfibi. Untuk metamorfosis katak, mulanya katak betina dewasa akan bertelur. Dan telur – telurnya akan menetas setelah 10 hari lamanya. Telur yang menetas ini akan menjadi kecebong.

Setelah berumur dua hari, kecebong atau berudu ini baru hidup di air. Berudu ini memiliki insang untuk bernafas. Ketika sudah memasuki usia 3 minggu insang pada berudu ini akan tertutup dengan kulit. Memasuki usia 8 minggu, kaki belakangnya akan mulai terbentuk dan membesar.

Pada usia 12 minggu, kaki depannya mulai terbentuk, sehingga insangnya tidak lagi befungsi. Ekornya menjadi pendek, dan hewan ini mulai bernafas dengan paru – paru.  Setelah memiliki bentuk yang sempurna, maka katak ini akan menjadi katak dewasa dan akhirnya berkembang biak lagi.

Daur hidup amfibi pada umumnya tidak semuanya sama. Seperti yang ada pada hewan amfibi salamander. Hewan ini akan bermetamorfosis dalam tekanan kondisi lingkungan tertentu saja. Hal ini berbeda dengan hewan amfibi katak yang memiliki metamorfisis sempurna.




No comments: