7 Alasan Mengapa Sarjana Terbaik Yaitu Mereka yang Pulang ke Kampung Halaman dan Menciptakan Perubahan

Updated at : June 14, 2016
Sesudah lulus dan menyandang sarjana, tidak sedikit yang mempunyai anggapan bahwa merantau merupakan sebaik-baiknya pilihan. Cita-cita memperoleh karier yang mapan di kota besar membuatmu mengabaikan kemungkinan-kemungkinan yang lain.
edukasi.kompas.com
Padahal, seseorang pasti bisa mengambil keputusan dari berbagi fakta fenomena di sekitarnya. seperti misalnya seorang sarjana memilih untuk pulang ke kampung halaman untuk tujuan hidupnya. mungkin bagi sebagian orang memandang sebelah mata akan keputusannya. namun point berikut adalah alasan alasan yang akan mengubah pikiran anda untuk berpikir bahwa sarjana yang kembali ke daerah asalnya untuk melakukan perubahan adalah yang terbaik.

1. Banyak yang berpendapat bahwa kota perantauan adalah tujuan utama. walau memang banyak sarjana yang berhasil di kota perantauan.
viva
Malah sering ada pendapat ''dikampung nggak ada apa apa, kalo mau sukses ya ke kota''.

Kalimat diatas sering terdengar dari keluarga dan sekitarnya. yah..... intinya mereka menyarankan pada kita untuk kita merantau setelah lulus sarjana.

Alasannya,ya karena kampung halamanmu tak menjanjikan apa-apa. Minimnya lowongan kerja dan gaji yang minim menjadi alasan yang mendasar. Pun, orang orang yang dari tempat asalmu yang terlebih dahulu pun banyak yang membuktikanya. Bahwa merantau seperti ''pintu''utama menuju kesuksesan

2. Di kota besar kamu akan banyak menemukan hal baru, keluar dari zona amanmu berarti menempa dirimu
    
Selain iming iming sukses yang ditawarkan, Di kota bisa dibilang tempat penempaan. Yes, merantau kamu akan mendapat tantangan baru sekaligus keluar dari zona amanmu. Kamu akan menjalani hidup dengan lingkungan yang baru dan teman teman yang baru pula.

Di kota kamu akan berusaha keras menyesuaikan diri. mulai dari mengenali lingkungan tempat tinggal yang baru, rekan rekan kerja, mengakrabi makanan yang tentu berbeda rasa lanjut belajar untuk berhemat dikota.

Faktanya di kota akan membuatmu belajar hal baru yang mengeluarkanmu dari zona nyamanmu. Menjauh dari bantuan keluarga dan semua yang sudah kamu punya di kampung halamanmu,

3. Ketahuilah, tinggal di kota bukan berarti tanpa hambatan. karena harapanmu, impianmu belum tentu terwujud

Kamu pasti berharap bisa mendapat pekerjaan yang mapan dikota. namun ketatnya persaingan kerja tak bisa kamu hindari. loyalitas yang menjadi beban kerja, tuntutan gaya hidup yang lebih wah...., Dan kehilangan waktu bersama orang orang yang kamu sayangi akan menjadi korbannya. karena semua yang ke kota juga menginginkan sama halnya sepertimu.

4. Jauh dari glamornya kota,ada kampung halaman yang menanti perhatianmu

Kamu mungkin tak begitu memperhatikan kondisi daerah asalmu. Bila ada sekolah sekolah yang membutuhkan tenaga pengajar dan ada pula pelajar yang tak punya fasilitas belajar mengajar yang layak.

Di daerah asalmu mungkin adapula sekelompok warga yang menganggur. Tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga di karenakan kena PHK dan tak punya kecakapan untuk berwirausaha. seringnya petani gagal panen karena kurangnya ilmu pengetahuan.

Nah, dalam kondisi inilah sarjana harusnya mengambil peran. Sarjana dari berbagai bidang, pendidikan, pertanian, ekonomi maupun yang lainnya pastilah bisa memberi kontribusinya.
ilmu yang didapat di bangku kuliah harusnya bisa di emplementasikan di dunia nyata sehingga bermanfaat untuk khalayak ramai.

5. Kampung halaman seharusnya tak begitu saja ditinggalkan. Sarjana Terbaik Membawa Kemajuan di Kampung Halaman mereka

Yah!!! senjata paling ampuh adalah pendidikan, yang bisa kamu gunakan untuk membawa perubahan di kampung halamanmu untuk lebih maju. Layaknya sarjana tentunya mempunyai bekal pendidikan itu. Yang rasanya sayang banget bila harus macet dikamu(ia kamu) dan tak bisa membawa manfaat untuk sekitarmu.

Apalagi lebih bagus lagi bila angka urbanisasi semakin dikurangi. Jangan biarkan anak anak muda tanpa ketrampilan dibiarkan merantau dan terpuruk di kota. orang orang perlu tau bahwa kampung halaman punya potensi kesuksesan yang menyejahterakan warganya selama kita tau cara mengolahnya.

6. Kekeliruan anggapan bahwa pulang kampung adalah hal tabu. Karena bila kamu memilih pulang kampung, kamu adalah seorang pemberani yang tak egois memikirkan diri sendiri

Banyak sarjana yang pulang kampung malah mendapat penilaian yang negatif. Dianggap cemen, tak bisa berjuang. bahkan lebih ngenesnya dibilang gagal dikota dan tak sedikit sarjana mengurungkan niat untuk pulang kampung karena hal macam itu.

Padahal anggapan seperti adalah hal yang keliru. sebab tak ada jaminan  bahwa sarjana yang merantau itu sukses sedangkan sarjana yang kembali ke daerah asal itu gagal.

Justru berbahagialah kamu yang berani pulang karena kamu adalah pemberani. berani menepis anggapan umum bahwa kesuksesan hanya terdapat di kota. kamu sebenarnya sudah berbesar hati untuk memikirkan masyarakat sekitarmu dan juga tanah kelahiranmu.

7. Pilihan di tanganmu. tujuanmu di kota atau kembali ke kampung halaman, tetap usahakanlah ilmu membawa manfaat dimanapun tujuanmu.

Kembali ke kampung halaman atau merantau, mempunyai kelemahan dan kelebihannya sendiri-sendiri. Sebagai seorang individu di dalam kehidupan bermasyarakat, kamu berhak untuk memilih mana kira-kira pilihan yang paling tepat.

Memilih merantau bukan berarti kamu tidak bisa berkontribusi pada tanah kelahiranmu sendiri.

Ada beragam cara yang bisa kamu lakukan desa kelahiranmu meskipun kamu tidak menetap di sana. Namun jika "Pulang ke desa" menjadi panggilan hatimu, sudah jelas kamu tidak perlu ragu untuk mewujudkannya.

Percayalah bahwa keberhasilan itu dapat tiba tatkala kamu tetap mempunyai niat & tekad untuk terus berusaha dan berbuat baik.

Janganlah bimbang untuk menentukan masa depanmu Sesudah lulus kuliah dan mendapat gelar sarjana, mungkin salah satu pilihan terbaik adalah pulang dan membangun desa kelahiranmu dan membuat perubahan.

Suka??, Komentari dan Bagikan ya!!!!

Baca juga : Dua Bocah Desa dari Pati Jawa Tengah Membuat Dunia Tercengang dengan Temuannya Bahan Baku Pesawat dari Batang pisang





No comments: