Sejarah Pramuka Indonesia dan Dunia [Singkat & Lengkap]

Daftar isi [Tampil]

Sejarah Pramuka

Sejarah Pramuka

Pramuka merupakan singkatan dari praja muda karana. Organisasi kepanduan ini adalah organisasi kepemudaan yang telah lama ada di Indonesia. Pramuka, meskipun pada awalnya tidak mengusung nama yang sama, banyak mengalami pasang surut dan rintangan di dalamnya. Bagaimanakah pramuka mulai dari awal perjalanannya? Mari kita simak uraian di bawah ini.

Sejarah Pramuka di Dunia

Sejarah Pramuka di Dunia

Pendiri gerakan pramuka adalah Lord Baden Powell yang dilahirkan di London Inggris pada tanggal 22 februari 1857. Ayahnya seorang professor geometri Universitas Oxford yang meninggal saat beliau masih kecil. Didikan Ibu dan saudara-saudaranya yang mengharuskan Baden Powell menjadi lelaki yang kuat, tangguh dan mandirilah yang menginspirasinya.

Beranjak dewasa, Baden Powell memasuki dunia kemiliteran. Pengalaman di dunia militer inilah yang akhirnya memberikan ide untuk menulis buku atau catatan yang berisi petunjuk atau panduan bagi tentara muda saat bertugas di lapangan. Tanpa disangka, buku ini menjadi laris dan dibaca oleh banyak guru dan organisasi kepemudaan.

Sebagai realisasi dan mencoba petunjuk dan isi buku yang ditulisnya, Baden Powell mencoba untuk mengadakan pelatihan lapangan bersama dengan 22 remaja laki-laki. Tujuan pelatihan ini tak lain adalah untuk menguji semua ide yang dituliskan oleh Baden Powell.

Perkemahan inilah yang pada akhirnya menginspirasi seluruh pemuda pandu di dunia. Baden Powell yang pada akhirnya berhenti dari dunia kemiliteran, memfokuskan diri untuk mengadakan perkemahan-perkemahan yang lebih terstruktur.

Buku yang ditulis oleh Baden Powell diberi judul “Scouting For Boys”. Buku dan acara perkemahan inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya gerakan atau organisasi pramuka di seluruh dunia. Banyak Negara yang akhirnya juga turut serta mendirikan organisasi pembentukan mental dan karakter ini seperti Perancis, Jerman, Swedia, Amerika Serikat dan termasuk juga Indonesia.

Sejarah Pramuka di Indonesia

Sejarah Pramuka di Indonesia

Pramuka adalah organisasi pemuda untuk membentuk karakter kuat, tahan banting namun tetap memiliki jiwa social yang tinggi. Melalui beberapa pelatihan, pengajaran dan juga praktik langsung di lapangan, pramuka menjadi salah satu organisasi yang mampu membaurkan kalangan pemuda dari berbagai macam dan latar belakang.

Bagaimanakah awalnya organisasi dunia ini turut muncul dan berkembang di Indonesia? Ada tiga tahapan dasar perkembangan gerakan pramuka di Indonesia ini yaitu semasa penjajahan belanda, masa penjajahan Jepang dan terakhir di masa setelah kemerdekaan.

1. Pramuka di masa penjajahan Belanda

Pramuka di masa penjajahan Belanda
wikipedia.org

Pencetus pramuka adalah Lord Baden Powell yang berasal dari inggris. Kiprahnya di dunia militer menjadi salah satu latar belakang mengapa pada akhirnya beliau membentuk satu perkumpulan pemuda yang bernama Boy Scout.

Organisasi pimpinan Baden Powell ini terdengar pengaruhnya hingga ke Indonesia yang pada masa itu masih mengalami penjajahan oleh belanda. Belanda mendirikan satu organisasi kepemudaan yang berdasarkan pada landasan organisasi Baden Powell yaitu kepanduan dengan nama NIPV.

NIPV kependekan dari Nederland Indische Pandvinders Vereeniging yang artinya adalah Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda. Organisasi ini pada awalnya berisikan pemuda-pemuda yang mendukung belanda. Namun beberapa orang dan pemimpin pergerakan kemerdekaan, melihat bahwa organisasi ini memiliki kemampuan dalam membentuk karakter pribadi yang terlatih dan terdidik.

Oleh karena itu, mereka turut serta mendirikan organisasi kepemudaan yang bermacam-macam. Diantaranya yaitu SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), JPO (Javanese Padvinders Organizatie) dan juga JJP (Jong Java Padvindery)

Akan tetapi, belanda melihat perkumpulan atau organisasi ini sebagai hal yang membahayakan. Oleh karena itu, belanda melarang adanya perkumpulan yang menggunakan nama atau istilah padvindery. Namun semangat tokoh kemerdekaan ini tidaklah surut. Mereka mengganti nama padvindery dengan istilah pandu.


Semangat Sumpah Pemuda yang berkobar pada tahun 1928 semakin membakar jiwa pemuda Indonesia untuk mempersatukan diri melawan penjajah dan meraih kemerdekaan. Disemangati peristiwa tersebut, beberapa organisasi kepanduan yang semula berdiri sendiri-sendiri, melebur menjadi satu kekuatan yang lebih besar.

Pada tahun 1930, beberapa organisasi kepanduan dari wilayah seperti Pandu Pemuda Sumatera (PPS), Pandu Kesultanan (PK) dan Islamitische Padvinders Organizatie (IPO) bergabung menjadi satu dengan bendera KBI atau Kepanduan Bangsa Indonesia.

Pada tahun 1931, dibentuk suatu badan kepanduan baru yang menaungi lebih besar dan lebih banyak lagi organisasi kepanduan dengan nama PAPI atau Persatuan Antar Pandu Indonesia.

PAPI berubah nama menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938. BPPKI beberapa kali merencanakan untuk mengadakan perkemahan umum yang bisa diikuti oleh pemuda senusantara, namun upaya ini tidak pernah berhasil.

Hingga akhirnya perkemahan mampu direalisasikan pada 29 sampai 23 juli 1941 di Yogjakarta dengan nama PERKINO atau Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem yang merupakan cikal bakal Jambore saat ini.

2. Pramuka di masa penjajahan jepang


Pada masa penjajahan jepang, organisasi kepramukaan terus berjalan. Organisasi ini merupakan tempat yang sangat tepat dalam upaya pembentukan metal dan karakter pemuda bangsa yang kuat, tangguh dan mandiri.

Akan tetapi, jepang melihat organisasi ini sebagai satu rintangan. Banyak sekali tokoh-tokoh kepramukaan yang ditarik masuk ke dalam pasukan militer jepang. Mereka dipaksa untuk memperkuat barisan tentara jepang.

Jepang melarang semua organisasi yang berdiri pada saat itu termasuk juga organisasi kepanduan ini. Mereka menganggap bahwa organisasi ini akan semakin memperkuat keinginan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan dan mengusir penjajah.

Namun, tekad dan jiwa kepanduan telah bersemayam dalam jiwa anak bangsa. Mereka tetap dengan semangat juang yang tinggi mempertahankan organisasi dan juga tetap berjuang melawan penjajah.

3. Pramuka di masa setelah kemerdekaan


Bulan agustus merupakan bulan bersejarah dimana bangsa Indonesia berhasil merebut kemerdekaan dengan susah payah. Setelah kemerdekaan direbut, pada 28 desember 1945 di kota solo, dibentuklah Organisasi Pandu Rakyat Indonesia yang mewadahi semua pemuda pandu Indonesia.

Pembentukan ini dikuatkan oleh keputusan menteri pendidikan pada tahun 1947. Namun rupanya, pemuda dan tokoh kepanduan yang ada masih loyal dan mempertahankan organisasi kepanduan yang pernah ada.

Pada tahun 1961, dari banyaknya organisasi kepanduan yang ada, mereka bergabung dalam 3 wadah organisasi kepanduan yang lebih besar yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia), POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia).

Namun, masih banyak kekurangan yang ada di sana-sini sehingga akhirnya ketiga organisasi diatas melebur menjadi satu organisasi baru yang bernama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).

PERKINDO diubah menjadi gerakan pramuka kemudian disahkan menjadi satu-satunya organisasi kepanduan yang ada di Indonesia oleh Ir Juanda pada tahun 1961 sebagai upaya pencegahan munculnya organisasi kepanduan yang lainnya, karena disinyalir bahwa pada saat itu, gerakan kepanduan atau PERKINDO banyak disisipi oleh paham komunisme.

Gerakan pramuka diperkenalkan secara nasional pada 14 agustus 1961. Oleh karena itu, setiap tanggal 14 agustus diperingati sebagai hari pramuka. Kegiatan pramuka berkembang dengan pesat. Ditambah dengan sistem pelatihan dan pengajaran yang terstruktur, pramuka menjadi lebih kuat baik secara organisasi maupun secara karakter.

Jambore Pramuka 


Jambore Nasional (Jamnas) adalah istilah yang umum kita dengar untuk Pertemuan Pramuka Penggalang se-Indonesia dengan wujud perkemahan besar yang diadakan oleh Kwartir Nasional (Kwarnas). Jambore Nasional dilakukan tiap 5 tahun sekali dengan peserta yang berasal dari semua Kabupaten dan Kota se-Indonesia. Sampai dengan saat ini, aktivitas Jambore Nasional sudah 10 kali diadakan. Berikut merupakan daftar lengkap Jamnas yang telah terlaksana sampai saat ini:
  1. Jambore Nasional ke-1 1973: Situ Baru, Jakarta
  2. Jambore Nasional {kedua|ke-2|ke dua} 1977: Sibolangit, Sumatera Utara
  3. Jambore Nasional ke-3 1981: Cibubur, Jakarta
  4. Jambore Nasional ke-4 1986: Cibubur, Jakarta
  5. Jambore Nasional ke-5 1991: Cibubur, Jakarta
  6. Jambore Nasional ke-6 1996: Cibubur, Jakarta
  7. Jambore Nasional ke-7 2001: Baturaden Jawa Tengah
  8. Jambore Nasional ke-8 2006: Jatinangor, Jawa Bara
  9. Jambore Nasional ke-9 2011: Danau teluk gelam Kab. Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan
  10. Jambore Nasional ke-10 2016: Cibubur, Jakarta. 
Itulah uraian singkat mengenai sejarah pramuka di Indonesia dan di dunia. Semoga tulisan singkat ini bisa menambah informasi yang dibutuhkan.

0 Response to "Sejarah Pramuka Indonesia dan Dunia [Singkat & Lengkap]"

Post a Comment