8 Unsur Intrinsik Cerpen Beserta Pengertian dan Jenisnya [Lengkap]

Daftar isi [Tampil]
Unsur Intrinsik Cerpen – Sering kali kita mendengar istilah cerpen. Salah satu jenis karya tulis ini bahkan sering dilombakan dalam beberapa pertandingan. Membuat sebuah cerpen bisa dikatakan mudah karena hanya berupa cerita singkat saja.

Namun dalam prakteknya, pembuatan sebuah cerpen harus melalui tahapan dan mengandung unsur-unsur tertentu agar bisa disebut cerpen. Cerpen harus mengandung dua unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Namun pembahasan kita kali ini adalah unsur intrisik sebuah cerpen. Sebelum itu, mari kita berkenalan lagi dengan cerpen dan segala deskripsinya.

Pengertian Cerpen

Pengertian Cerpen


Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek. Cerpen merupakan sebentuk karangan cerita singkat, pendek untuk bisa dibaca dalam waktu tidak terlalu lama serta memiliki sebuah kisah atau konflik.

Berikut ini beberapa pendapat para ahli mengenai definisi cerpen.

  1. Menurut Nugroho Notosusanto, cerpen adalah sebuah kisah pendek yang berkisar antara 5000 kata atau kira-kira sekitar 17 pp kuarto spasi ganda yang berpusat pada cerpen itu sendiri.
  2. Menurut J.S Badudu, Cerpen adalah cerita yang mengacu atau konsentrasi pada sebuah peristiwa yakni peristiwa yang meluas dari peristiwa itu sendiri.
  3. Menurut Sumardjo, Cerpen merupakan kisah yang tidak benar-benar terjadi atau bisa dikatakan fiksi. Cerita ini bisa terjadi dimana saja dan kapan saja dalam tempo yang singkat.
  4. Menurut KBBI, Cerpen adalah sebuah kisah atau cerita pendek yang tidak lebih dari 10.000 kata dengan konsentrasi pada satu tokoh cerita saja.
  5. Menurut Allan Poe Dalam Nurgiyantoro Dalam Regina Bernadette, Cerpen dimaknai sebuah bacaan pendek yang dibaca dalam sekali duduk dan dalam tempo waktu tidak lebih dari dua jam.
  6. Menurut Aoh. K.H, Cerpen merupakan sebuah cerita pendek yang ditulis berdasarkan fiksi atau fantasi dan disebut juga dengan naratif prosa pendek.
  7. Menurut H.B Jassin, Cerpen adalah sebuah kisah pendek yang harus memiliki sebuah bagian penting dari pendahuluan dan penyelesaian.
  8. Menurut Saini, Cerpen merupakan cerita yang singkat namun tidak benar-benar terjadi atau fiksi, namun cerita ini bisa saja terjadi dimanapun dan kapanpun.
  9. Menurut Turayev Dalam Regina Bernadette, Cerpen adalah sebentuk karya sastra naratif yang menampilkan sebuah potongan kisah dari seorang tokoh.
  10. Menurut A. Bakar Hamid, Cerpen adalah sebuah cerita pendek yang ditinjau dari jumlah katanya yang berkisar antara 500 sampai 20.000 kata yang menceritakan satu karakter dan kesan.
Ciri-ciri Cerpen


Ciri-ciri Cerpen


Cerpen memiliki ciri-ciri untuk membuatnya lebih mudah diidentifikasi, diantaranya adalah :

  1. Jumlah tulisan pada cerpen lebih singkat dibandingkan sebuah novel. Seperti namanya, cerpen adalah cerita pendek, jadi kisah yang diceritakan di sini hanya sepotong atau sepenggal saja. Biasanya, cerpen hanya berjumlah sekitar 3 sampai 10 halaman.
  2. Kata-katanya berkisar kurang dari 10.000 kata. Secara umum, tidak ada aturan yang membatasi jumlah penggunaan kata dalam cerpen. Hanya saja, jika sebuah cerita dituliskan dalam jumlah kata lebih dari 10.000. kemungkinan alur dan poinnya akan meluas sehingga tidak bisa dikatakan sebagai cerpen lagi.
  3. Cerpen menggunakan kosakata yang mudah dipahami oleh pembacanya. Bahasa dan kosakata yang dipergunakan dalam sebuah cerpen umumnya adalah bahasa sehari-hari yang mudah dipahami. Berbeda dengan sebuah puisi, cerpen jarang sekali menggunakan kata-kata puitis, rumit dan penuh estetika.
  4. Cerpen hanya memiliki 1 alur cerita. Cerpen mempunyai satu alur cerita yang lurus dan tidak ada alur campuran. Hanya ada satu problem atau permasalahan yang dikisahkan dengan menggunakan alur tunggal. Pada akhir cerita, Anda akan melihat sebuah penyelesaian yang pasti.
  5. Cerpen bersifat fiktif atau fantasi. Cerpen adalah sebuah cerita khayalan yang berasal dari hasil pemikiran dan imajinasi dari penulisnya. Cerita ini tidak benar-benar terjadi ataupun semisal ada cerita yang mirip, biasanya memang kisah dalam cerpen didasarkan oleh kejadian yang pernah terjadi.
  6. Umumnya, isi cerita dalam cerpen terinspirasi dari kejadian sehari-hari. Cerpen biasanya menceritakan kejadian yang terjadi sehari-hari di sekitar kita. Umumnya, cerpen ini menggunakan latar belakang yang kita kenal agar pembaca lebih mudah melakukan penalaran tanpa harus menduga-duga seperti sebuah cerita fantasi.
  7. Cerpen mengangkat beberapa bagian saja, tidak menggambarkan seluruh bagian dari kehidupan tokoh. Cerpen tidak menceritakan keseluruhan kisah dari tokohnya hanya sepenggal kisah saja yang diceritakan. Hal ini disebabkan karena cerpen memang terfokus untuk menceritakan intinya saja.
  8. Cerpen meninggalkan kesan yang mendalam agar pembaca turut serta merasakan apa yang terjadi di dalamnya. Biasanya, pembaca akan mendapatkan sebuah pesan atau kesan setelah membaca cerpen. Dari kesan ini, pembaca akan diajak untuk ikut merasakan apa yang dialami oleh tokohnya.

Jenis-jenis Cerpen

Jenis-jenis Cerpen


Cerpen dibedakan menjadi beberapa jenis tergantung dari jumlah katanya, diantaranya adalah:

  1. Cerpen Mini, cerpen ini memiliki jumlah kata antara 750 hingga 1000 kata.
  2. Cerpen Ideal, memuat jumlah kata sekitar 3000 sampai 4000 kata
  3. Cerpen Panjang, berisi sekitar 10.000 kata.

Di samping berdasarkan jumlah katanya, cerpen juga dibedakan menjadi 2 berdasarkan teknik atau cara mengarangnya, yaitu :

  1. Cerpen Sempurna, Cerpen sempurna memiliki kekuatan yaitu fokus terhadap satu permasalahan saja dengan akhir atau penyelesaian yang jelas dan mudah dipahami. Cerpen seperti ini biasanya dipergunakan untuk menulis cerita sederhana yang bersifat umum dan juga berdasarkan kejadian sehari-hari. Umumnya, cerpen sempurna disukai oleh remaja karena bahasanya yang mudah dipahami dan bisa selesai dibaca dalam waktu kurang dari satu jam.
  2. Cerpen Tidak Utuh, Cerpen yang satu ini memiliki tema yang terpecah-pecah atau dilakukan dengan pembahasan dan sudut pandang yang berbeda, plotnya tampak samar atau tidak terstruktur, dan seringkali tidak memiliki akhir yang jelas. Cerpen yang satu ini umumnya bersifat kontemporer yang dihasilkan oleh buah pikiran orisinal. Cerpen tidak utuh cukup sulit untuk dipahami meskipun jumlah katanya tidak banyak. Anda mungkin harus mengulang beberapa kali untuk bisa memahami apa yang hendak diceritakan.

Pengertian Unsur Intrinsik Cerpen


Pengertian Unsur Intrinsik Cerpen


Unsur intrinsik cerpen adalah unsur-unsur yang membentuk sebuah cerpen dari dalam. Artinya, unsur ini adalah komponen yang membentuk rangkaian kata menjadi cerita pendek. Setiap unsur intrinsik memiliki peranan yang tidak bisa digantikan dan kehadirannya saling melengkapi.

Jika salah satu dari unsur ini menghilang, bisa jadi dikatakan bahwa tulisan tersebut bukan sebuah cerpen. Jadi, cerpen harus mengandung semua unsur intrinsik dengan lengkap.

Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur Intrinsik Cerpen


Apa sajakah yang termasuk dalam unsur intrinsik sebuah cerpen. Diantaranya adalah:

1. Tema


Tema adalah salah satu unsur intrinsik yang paling penting. Tema biasanya juga disebut sebagai pokok atau topik permasalahan. Tema merupakan nyawa bagi sebuah cerpen. Tanpa adanya tema, cerpen hanyalah barisan kata-kata yang tidak memiliki makna.

Dengan kata lain, tema adalah ide atau gagasan yang menjadi dasar atau latar belakang keseluruhan cerita yang dikisahkan dalam cerpen.

Sebelum membuat sebuah cerpen, penulis hendaknya menentukan tema apakah yang hendak dia angkat. Banyak sekali tema di sekitar kita yang bisa dipergunakan untuk menjiwai sebuah cerita.

Contohnya adalah tema lingkungan, tema persahabatan, tema pendidikan, tema keluarga dan lain sebagainya.

Unsur Intrinsik Cerpen, Tokoh

2. Tokoh


Unsur kedua yang wajib ada adalah tokoh. Tokoh adalah orang atau pelaku yang ada dan terlibat dalam cerita yang dikisahkan. Tokoh merupakan objek yang diceritakan dan menjadi titik poin yang menarik perhatian pembacanya.

 Ada 4 jenis tokoh yang digunakan dalam sebuah cerpen, yaitu :

a. Tokoh Protagonis
Tokoh protagonis adalah tokoh dalam cerpen yang menjadi tokoh utama dan memiliki sifat yang baik dan positif.

b. Tokoh Antagonis
Tokoh yang satu ini kerap menjadi musuh dan tidak disukai oleh pembaca karena tokoh antagonis merupakan lawan dari tokoh protagonis. Tokoh antagonis juga merupakan tokoh utama dari cerpen, hanya saja sifat yang dimilikinya berlawanan dengan sifat protagonis. Tokoh Antagonis bersifat negatif seperti dengki, iri, culas, angkuh dan lain sebagainya.

c. Tokoh Tritagonis
Tokoh tritagonis adalah tokoh yang menjadi penengah atau mediator antara kedua tokoh utama. Umumya, tokoh tritagonis memiliki sifat yang arif dan bijaksana.

d. Tokoh Figuran
Tokoh figuran adalah tokoh-tokoh pendukung yang melengkapi jalannya cerpen. Kehadiran tokoh ini cukup membantu untuk memberikan warna dan mempermanis jalan cerita.

3. Penokohan


Unsur penokohan berbeda dengan unsur tokoh. Jika tokoh mengacu pada orang atau pelakunya, penokohan terfokus pada gambaran watak atau karakter dari sebuah tokoh tertentu. Penokohan memungkinkan pembaca untuk bisa mengerti watak dari seorang tokoh.

Penokohan akan disampaikan oleh penulis dalam dua metode yaitu :

1. Analitik, yaitu penulis menggunakan metode dengan cara menggambarkan secara langsung jenis karakter yang dibawa oleh sebuah tokoh. Misalnya seorang tokoh yang diceritakan sebagai seseorang yang penakut, pengecut, licik, keras kepala dan lain sebagainya.

2. Dramatik, yaitu metode yang digunakan penulis dengan cara menyampaikannya secara tersirat. Penyampaian ini umumnya diceritakan melalui perilaku dari seorang tokoh.

4. Plot atau Alur


Alur adalah runtutan jalan cerita yang disampaikan oleh penulis dengan serangkaian peristiwa hingga membentuk sebuah kisah dari awal sampai akhir. Alur atau plot pasti dipergunakan dalam sebuah cerita.

Alur memiliki beberapa tahapan yaitu :

  1. Perkenalan, merupakan tahapan pengenalan tokoh, penokohan dan latar dalam cerpen.
  2. Kemunculan konflik, merupakan tahapan dimana konflik atau permasalahan cerpen mulai muncul.
  3. Klimaks, merupakan tahapan dimana konflik atau masalah berada pada titik puncak. Di tahap ini tokoh utama cerpen puncak ketegangan dari persoalan yang ditulis oleh pengarang.
  4. Anti klimaks atau Leraian, merupakan tahap dimana permasalahan dalam cerpen mulai berkurang serta tokoh utama mendapat solusi yang akan diambil.
  5. Penyelesaian, merupakan tahap terakhir dalam cerpen, berupa penyelesaian semua masalah yang ada dalam cerita. Umumnya di tahap ini berakhir dengan kebahagiaan atau kegembiraan.

Ada tiga macam alur yang perlu Anda ketahui berdasarkan urutan kronoligisnya, yaitu :

1. Alur Maju
Alur maju menceritakan sebuah cerita dengan berurutan dari awal sampai akhir sesuai dengan urutan waktunya.

2. Alur Mundur
Alur mundur adalah alur cerita yang dikisahkan berlawanan dengan waktu atau bergerak mundur yaitu dengan meletakkan penyelesaian masalah di awal cerpen untuk kemudian bergerak mundur untuk melihat awal permasalahan terjadi. Alur mundur ini dikenal dengan nama flashback atau kilas balik.

3. Alur Campuran
Alur campuran menghadirkan alur maju dan mundur dalam satu cerita.

5. Latar atau Setting


Unsur intrinsik cerpen selanjutnya adalah latar atau setting. Latar adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan tempat, suasana dan waktu terjadinya sebuah cerita. Dengan kata lain, latar menjelaskan tentang dimana, bagaimana dan kapan kisah dalam cerpen ini berlangsung. Ada tiga unsur latar yang harus ada dalam sebuah cerpen yaitu :

1. Latar tempat
Setting tempat adalah lokasi dimana tokoh melakukan interaksi seperti rumah, sekolah atau kantor yang didatangi oleh tokoh dalam cerpen.

2. Latar waktu
Latar waktu memberikan keterangan mengenai kapan sebuah peristiwa dialami oleh tokoh cerpen. Misalnya, sore hari, malam hari, minggu kemarin dan lain sebagainya.

3. Latar suasana
Latar suasana adalah gambaran kondisi atau keadaan dalam cerpen yang memberikan pengaruh terhadap suasana hati tokoh cerpen. Contoh suasana sedih, romantis, bahagia atau mencekam.

6. Sudut Pandang


Sudut pandang bisa dikatakan sebagai posisi bagaimana penulis menempatkan dirinya di dalam sebuah cerpen. Di sini, penulis bisa bertindak sebagai orang pertama atau orang ketiga.

  • Sudut pandang orang pertama. Jika penulis menggunakan sudut pandang orang pertama, dia akan menggunakan kata ganti “Aku” yang artinya penulis tersebut bertindak sebagai tokoh utama. 
  • Sudut pandang orang ketiga. Namun jika penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga, kata ganti yang dipakai adalah “Dia”. Hal ini berarti tokoh utama yang diceritakan oleh penulis adalah hasil fiksi atau imajinasinya.


7. Gaya Bahasa


Gaya bahasa bisa dikatakan sebagai karakter seorang penulis dalam membuat sebuah cerpen. Gaya bahasa melingkupi majas yang dipergunakan, pemilihan kosa kata, pemilihan diksi, dan lain sebagainya. Setiap penulis memiliki gaya bahasa tersendiri yang tercermin dari setiap karyanya.

8. Amanat atau Pesan


Amanat atau pesan dalam sebuah cerpen adalah nilai moral atau nilai pendidikan yang hendak disampaikan oleh penulis untuk bisa dipelajari atau diambil hikmahnya oleh pembaca. Biasanya, pesan moral ini tidak dituliskan secara gamblang dalam sebuah cerpen. Pesan moral disampaikan secara tersirat, oleh sebab itu pembaca yang paham seharusnya bisa membaca amanat atau pesan yang ingin disampaikan.

Cara Menulis Cerpen


Setelah mengenal unsur intrinsik dari sebuah cerpen, kini saatnya bagi Anda mempelajari cara menulis cerpen dan mengaplikasikan unsur intrinsik yang telah Anda pelajari sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa tipsnya.

1. Tentukan Ide
Hal pertama yang harus Anda miliki adalah sebuah ide. Jangan biarkan pikiran Anda mengambang dengan berbagai macam ide ketika Anda mulai menulis. Hal ini bisa menyebabkan berbagai macam ide baru akan muncul seiring dengan proses menulis dan bisa menyebabkan hambatan. Pilih satu ide yang menurut Anda paling menarik dan batasi untuk memunculkan ide yang baru lagi.

2. Menulis cerita dalam sebuah kisah singkat
Tulislah dengan singkat sebuah cerita yang telah memiliki alur. Buatlah dalam beberapa ratus kata. Cerita singkat ini akan membantu Anda untuk membuat semacam pagar agar kisahnya tidak terlalu meluas dan Anda tidak didatangi oleh ide-ide baru lagi.

3. Pemilihan tokoh
Setelah cerita singkat selesai dibuat, tentukan tokoh dan penokohannya. Pasangkan dengan cerita singkat yang telah Anda buat sebelumnya. Di sini, Anda mungkin akan membuat cerita lebih panjang lagi karena penyisipan tokoh dan unsur intrinsik lainnya seperti latar atau setting.

4. Membuat paragraf pertama yang menarik
Anda sudah membuat hampir sebagian besar dari cerpen. Hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat sebuah paragraf pertama yang menarik dan menonjol. Siapapun akan tertarik jika melihat sebuah cerpen dengan paragraf pertama yang membuat penasaran. Oleh sebab itu, Anda harus memperkuat paragraf pertamanya.

5. Mengingat beberapa peristiwa
Dalam proses penulisan, Anda mungkin akan mengingat beberapa buah peristiwa atau kejadian yang pernah terjadi dan relevan untuk disisipkan ke dalam jalan cerita cerpen yang Anda tulis. Hal ini sangat baik untuk proses penyempurnaan cerpen Anda.

6. Periksa tulisan
Langkah terakhir adalah dengan cara memeriksa kembali tulisan dari awal hingga akhir cerita. Anda bisa mengubah ubah letak peristiwa dalam jalannya cerita. Jangan lupa untuk menyesuaikan dengan alur yang telah Anda pilih.

Itulah beberapa informasi mengenai cerpen dan semua unsur intrinsiknya. Sesungguhnya, Cerpen yang baik memenuhi semua unsur yang dibutuhkan. Semoga informasi di atas bermanfaat.

0 Response to "8 Unsur Intrinsik Cerpen Beserta Pengertian dan Jenisnya [Lengkap]"

Post a Comment